Ust Felix Siauw: Menolak Rezim Dzalim Dicap Anti NKRI dan Pancasila

In Utama
IST /FOTO: Ust Felix Siauw

BANDUNG – Ustaz Felix Siauw curhat di media sosial Instagram setelah berulangkali ditolak ormas tertentu untuk menyampaikan tausiah di sejumlah daerah.

Ormas tersebut menolak ceramah Ustaz Felix Siauw karena dianggap tidak pro Pancasila dan anti NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Terbaru, Ustaz Felix Siauw ditolak ceramah di Masjid Al-Irsyad, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (23/5).

Lewat Instagram pribadinya, Felix Siauw mengatakan, dirinya ditolak sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat Bandung Barat. Kelompok tersebut dikoordinir GP Ansor.

Meski ditolak, Ustaz Felix Siauw tetap datang untuk menyampaikan ceramah. Ia pun disambut ribuan masyarakat. Mereka antusias mendengarkan ceramah Ustaz Felix Siauw.

Felix Siauw mengatakan, dia ditolak ceramah bukan karena agama, tapi karena tuduhan fitnah anti NKRI, anti Pancasila.

Felix Siauw mengaku lega karena penolakannya bukan karena materi yang dia sampaikan bertentangan dengan Alquran dan Sunnah, tapi bertentangan dengan kepentingan mereka dan orangnya itu itu saja.

“Kesimpulan saya satu. Anti-NKRI dan anti-Pancasila bagi mereka adalah siapapun yang menolak rezim dzalim sekarang. Jadi sebenarnya inilah alasan satu-satunya,” tulis Felix Siauw.

Berikut curhatan Ustaz Felix Siauw di akun Intagram pribadinya.

Ratusan pesan belum terbaca di aplikasi pengantar pesan di gadget saya, namun yang menarik dari salah satu panitia kajian di Bandung, disertakan disana screenshot percakapan

Kira-kira begini, “Neng, Ust. Felix Siauw tidak bisa dibawa ke tempat kita, dapat warning dari atasan, Asatidz yang tidak pro-NKRI sekarang lampu merah”, begitu

Sejurus kemudian, saya mendapat forward dari kawan-kawan lain tentang penolakan yang mengatasnamakan masyarakat Bandung Barat yang dikoordinir GP Ansor

Alasannya sama, penolakannya bukan karena agama, tapi karena tuduhan dan fitnah anti-NKRI, anti-Pancasila, dan karangan lain dari orang yang itu-itu saja

Saya lega, dua penolakan ini bukan karena materi yang saya sampaikan bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, tapi bertentangan dengan kepentingan mereka

Saya lalu mengukur, apa definisi “pro-NKRI” dan “anti-NKRI” bagi mereka? Yang jelas bukan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang jadi dalilnya, jadi apa yang jadi standarnya?

Sebab ada yang bukan Muslim keluar masuk pesantren mereka sumringah dan cium tangan, tak ada masalah. Lady Gaga mau datang 100 pun kata mereka tak bahayakan aqidah

Dangdutan dan organ tunggal juga tak ada bahaya bagi NKRI, apalagi cuma konser boyband korea. Bahkan ajaran komunis dan liberal disebarkan, ini wacana biasa kata mereka

Kelompok yang menjual BUMN ke asing, korupsi milyaran dan trilyunan, tak pernah mereka tuduh anti NKRI. Penista agama bahkan mereka beri gelar Sunan, NKRI banget kata mereka

Kesimpulan saya satu. Anti-NKRI dan anti-Pancasila bagi mereka adalah siapapun yang menolak rezim dzalim sekarang. Jadi sebenarnya inilah alasan satu-satunya

Tak peduli engkau berbatik saban hari, bahkan hingga keluar negeri, engkau tetap anti-NKRI bila tidak mendukung kelompok penguasa, engkau tetap anti-Pancasila

Tak peduli kontribusimu terhadap negeri, membina dan juga membersamai ummat untuk dekat pada Allah. Bila engkau membahayakan jabatannya, engkau anti-NKRI baginya

Alhamdulillah, pada ormas-ormas yang paling merasa NKRI, paling Pancasilais. Love you full karena Allah. Terimakasih sudah jadi contoh bagi kami akan ayat Allah.

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu