Universitas Pancasila Kutuk Aksi Teror

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PERNYATAAN SIKAP: Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono Didampingi Jajaran Dekan saat MENYAMPAIKAN Pernyataan Sikap di Gedung Rektorat UP Jalan Raya Lenteng Agung Timur No.56-80, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (16/5).

JAKARTA – Civitas Akademika Universitas Pancasila (UP) mengutuk keras aksi teroris di Mako Brimob Depok, Kota Surabaya, Sidoarjo dan Riau yang mengakibatkan korban jiwa termasuk anak-anak sebagai generasi penerus yang tidak bersalah.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Pancasila Wahono Sumaryono dalam pernyataan sikapnya di Gedung Rektorat UP Jalan Raya Lenteng Agung Timur No.56-80, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (16/5).

“Perbuatan teroris tersebut sangatlah bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila, norma agama, norma hukum dan budaya bangsa Indonesia yang cinta damai dan antikekerasan,” kata Wahono.

Ia melanjutkan Civitas Akademika Universitas Pancasila selaku insan akademik yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat serius sekaligus duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban aksi teror tersebut beserta keluarganya.

“Untuk itu, kami mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah dan tindakan tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menyelesaikan dan mengungkap aksi teror tersebut secara tuntas agar di kemudian hari tidak terulang,” paparnya.

Karenanya, lanjut Wahono, pihaknya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu dan bersama-sama melawan aksi teror, radikalisme, serta upaya pihak lain yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

“Kami mengajak seluruh Civitas Akademika Universitas Pancasila secara bersama-sama menjaga Universitas Pancasila bersih dan bebas dari ajaran radikalisme serta ajaran lainnya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila, norma agama, norma hukum dan budaya bangsa Indonesia,” ucap Wahono. (cky)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu