Stok dan Harga Beras Depok Terkendali

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERAKTIFITAS : Salah satu pedagang beras di Pasar Agung sedang beraktifitas di lapak dagangannya.

DEPOK – Masyarakat Kota Depok tak perlu cemas akan harga beras naik dan stok jarang. Sebab, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Depok memastikan stok beras aman karena beras di Jawa Barat surplus 3 juta ton setiap tahun.

“Dipastikan beras aman selama Ramadan ini dan jelang Idul Fitri tahun ini, karena beras Depok dapat pasokan beras dari Jawa Barat sudah panen raya,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Horikutura DKP3 Depok, Hermin Kusmiati, kepada Harian Radar Depok, Kamis (17/5).

Ditambah lagi di Depok memiliki lahan pertanian padi sebesar 101 hektar yang berada di lima kecamatan. Antara lain sebut dia, ada di Kecamatan Tapos, Cilodong, Sawangan, Bojongsari, dan Kecamatan Cimanggis.

Hasil dari pertanian padi di Depok, bisa menghasilkan 16 ribu ton pertahunya. Rata-rata lahan sawah ini untuk menanam padi milik pengembang, jarang miliki pribadi petani. Namun, dengan adanya pertanian padi bisa membantu menambah stok beras di Depok.

“Dengan jumlah warga Depok sekitar kurang lebih 2 juta orang, stok beras cukup dikonsumsi. Sebab, perorang biasanya mengkonsumsi nasi 300 gram perharinya,” tutur dia.

Pemerintah Kota Depok memiliki stok beras yang sudah ada di Bulog. Namun, beras itu untuk kebutuhan darurat bencana alam. “Totalnya ada 53 ton beras, seharunya harus 100 ton beras. Tapi mampunya hanya 53 ton, itu sudah dititipkan di Bulog. Keluarkan jika terjadi pasca bencana alam,” kata Hermin.

Selain itu, untuk meringankan beban masyarakat Depok akan harga tinggi kebutuhan pokok di pasar. DKP3 Depok sudah membentuk Toko Tani Indonesia (TTI) di 42 titik yang tersebar di 11 kecamatan.

Kata dia, TTI ini menjual barang seperti beras, gula, bawang putih, bawang merah, cabai, minyak goreng, dan daging beku. “TTI sudah ada di 2017 dan sudah berjalan. Untuk harga TTI ini sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” beber dia.

Kasi Ketersedian Pendistribusian Cadangan Pangan, Agus Tri Y menambahkan, TTI ini mendapatkan barang komoditi beras, gula, bawang putih, bawang merah, cabai, minyak goreng, dan daging beku dari para petani.

Dimana, pemerintah bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani, tujuanya untuk memenuhi kebutuhan pangan kota dan kabupaten di Jawa Barat khususnya. “Kami harap adanya TTI ini mengurangi beban masyarakat, karena harganya sesuai HET,” kata Agus.  (irw)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu