Sidang Perdana Korupsi RTLH Depok Diundur

In Metropolis

BANDUNG – Sidang perdana perkara dugaan Korupsi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong mesti ditunda dari jadwal yang

ditentukan (14/5). Keladinya, pengacara dari salah satu tersangka Agustinta Tri Handayani tidak bisa hadir dalam persidangan.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, Tohom Hasiolan. Agenda sidang pembacaan dakwaan terhadap ketiga tersangka dugaan kasus Korupsi RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sukamaju, Aulia Haman Kartawinata, serta Sekertaris LPM Sukamaju Tajudin bin Tarmudi, dan salah satu koordinator pembagian anggaran RTLH Agustina Tri Handayani, harus ditunda hingga Senin (21/5) mendatang.

Alasannya, penasihat hukum Ina -sapaan akrab Agustina- tidak dapat memenuhi panggilan sidang, dan meminta persidangan ditunda seminggu kedepan. “Penasihat hukum terdakwa Agustina tidak hadir, dan mohon penundaan,” kata Tohom kepada Harian Radar Depok.

Meskipun Aulia dan Tajudin tidak menunjuk kuasa hukumnya sendiri, karena didampingi pengacara dari penunjukan hakim. Tapi, sidang dakwaan untuk ketiganya sama-sama ditunda meskipun dalam berkas yang berbeda. “Kami sekalian menunda ketiganya,” tegas Tohom.

Sidang Kasus dugaan Korupsi RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Lince Anna Purba.(rub)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu