Sejoli Nyaman Mesum di Terminal Jatijajar Depok

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MASIH BELUM BEROPERASI: Tampak telihat suasana Terminal Jatijajar uang berada di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos yang sampai saat ini belum beroperasi.

DEPOK – Delapan tahun mangkrak tak beroperasi, membuat Terminal Tipe A Jatijajar Depok beralih fungsi. Kekiniannya, bangunan yang sudah rapi itu dijadikan tempat muda-mudi memadu kasih. Tak jarang saat malam hari sejumlah pasangan melancarkan aksinya ditempat yang minim penerangan tersebut.

Pantauan Radar Depok, setiap malam kawasan terminal Jatijajar selalu ramai dikunjungi remaja dan paruh baya. Bahkan, mereka tidak lagi risih untuk bermesraan saat ada yang melintas di Terminal Jatijajar.

“Banyak emang yang suka mojok di sudut terminal, biasanya pada pacaran,” ujar Rizky salah satu warga Kelurahan Jatijajar, Tapos.

Dia juga mengatakan, setiap malam ada saja yang datang ke terminal, tidak hanya warga sekitar tapi banyak juga warga yang datang dari luar Kecamatan Tapos. “Saya nggak ada yang kenal karena yang datang darimana saja tidak hanya warga sini,” kata Rizky.

Diketahui Terminal Jatijajar tipe A Depok, yang terletak di Jalan Raya Jakarta-Bogor, dibuat untuk mengatasi permasalahan transportasi di wilayah Depok yang semakin semrawut. Perencanaan pembangunan Terminal Jatijajar ini dilakukan sejak 2004 dan pembangunan dimulai pada 2011 sampai 2015, lalu. Namun, hingga saat ini pembangunan terminal tersebut belum bisa dioperasikan karena proses pembangunan terhenti alias mangkrak.

Bahkan diterminal sama sekali tidak ada aktivitas. Bagian lantainya juga sudah berlubang dan retak-retak. Selain itu, pemandangan tidak sedap juga terlihat dari dinding pembatas terminal pun telihat banyak dipenuhi vandalisme.

Pada area sekeliling terminal ilalang sangat tumbuh subur dan tidak ada seorang petugas pun yang memrapihkan. Untuk penerangan menuju gerbang terminal juga sangat minim, hal itu tentunya membuat rawan aksi kejahatan.

Kepala keamanan Terminal Jatijajar, Fikri mengatakan, pembangunan terminal terhenti, karena akan diambil alih  pemerintah pusat dalam hal ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“Sekarang mandek, tapi enggak tahu alasan berhentinya. Saya dengar kabar sih mau diambil Kementerian Perhubungan. Jadi anggarannya nanti dari pusat. Kami yang kerja di sini juga sudah diminta lamaran kerjanya sama kementerian. Baru 2018 ini kementerian minta lamaran. Kan orang kementerian juga sering datang kemari, sering kontrol juga, dari BPTJ,” kata Fikri di Terminal Jatijajar, Rabu (23/5).

Sebelum berhenti total, Fikri menuturkan proses pembangunan terminal Jatijatar sempat tersedat. Segala aktifitas pembangun dibangun secara bertahap seperti akses menuju terminal dan fasilitas pendukung lainya.

“Dua tahun lalu enggak terhenti, jadi pas ada anggaran lanjut kerja, jadi bertahap. Jadi enggak ada istilah berhenti, tetap berlanjut terus proyeknya masih berjalan,” imbunya.

Dia menyebutkan, agar tetap terawat dan tidak kumuh Pemkot Depok menugaskan sejumlah personel keamanan dan kebersihan lingkungan. Selain itu petugas mendapatkan anggaran sebesar Rp1 juta untuk pembiayaan listrik.

“Untuk menjaga kondisi bangunan Terminal Jatijajar, lima petugas keamanan dan lima petugas kebersihan disiagakan. Meski terhenti, bangunan gedung utama yang pertama dibangun sudah dilengkapi instalasi listrik.

Seluruh bagian gedung utama juga sudah dipasangi lampu, sudah berfungsi, tapi yang menyala cuman sebagian. Karena biaya per bulan cuman dikasih Rp1 juta. “Makannya enggak dinyalain semua,” pungkasnya.(rub)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu