Sebulan Pedagang Kemirimuka Sentosa, PT Petamburan Mangkir saat Sidang

In Metropolis
RUBIAKTO/Radar Depok
DITUNDA: Sidang Derden Verset sengketa lahan Pasar Kemirimuka harus ditunda, lantaran tergugat PT Petamburan Jaya tidak memenuhi panggilan majelis hakim.

DEPOK – Ratusan pedagang Pasar Kemirimuka bisa sedikit tenang, dalam menjajakan dagangannya hingga lebaran. Kemarin, saat Sidang Derden Verzet atau gugatan pihak ketiga di Pengadilan Negeri (PN) Depok, PT Petamburan Jaya Raya (PJR) tidak hadir. Hasilnya, sidang mesti ditunda hingga Kamis (28/6) mendatang.

Patauan Radar Depok di PN, ketika sidang berlangsung hanya ada kuasa hukum pihak ketiga yang mengatas namakan pedagang Pasar Kemirimuka. Setelah menunggu hampir satu jam kurang, tak ada satu bantang hidung terlawan I sampai IV yang hadir. Akhirnya, sidang mesti ditunda.

Menurut Hakim Ketua, Dewa Ketut Martana karena tidak ada pihak tergugat maka ditunda sampai selesai Idul Fitri. Lamanya sidang dilangsungkan kembali, lantaran panggilan harus dilakukan kembali dan karena wilayah hukum berbeda. Maka panggilan melalui delegasi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk PT Petamburan dan Pengadilan Negeri Cibinong untuk Pemkab bogor. “Sidang kami tunda hingga Kamis (28/6),” singkat Dewa Ketut Martana kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, Kuasa Hukum Pedagang Pasar Kemirimuka, Leo Prihardiansyah mengatakan, karena PT Petamburan selaku terlawan, Pemkab Bogor selaku turut terlawan I, Koperasi Pasar Bina Karya selaku turut terlawan III dan BPN Kota Depok selaku turut terlawan IV tidak hadir. “Kami akan ikuti prosesnya saja,” terang Leo kepada Radar Depok.

Sementara sebelumnya, Juru Bicara PT Pertamburan Efendi Ghani mengaku, telah mendapatkan panggilan dari PN Depok untuk menghadiri sidang derden verzet. “Kami masih melihat apakah yang menggugat adalah para pihak yang sebelumnya membeli kios ke PT Petamburan Jaya, kita tunggu di sidang,” kata Efendi.

Dia juga mengatakan, tidak mengetahui apakah para penggugat yang sedang mengajukan derden verzet pedagang yang pernah melakukan perjanjian kepada PT petamburan, atau beli dari orang lain,” kata Efendi Ghani.(rub)

You may also read!

Naik Level

Sewindu. Tahun ini, 15 Juli 2018 Harian Radar Depok alhamdulillah sudah beranjak usia ke delapan. Perjalanan panjang dilalui dari

Read More...

Semarak, Nobar Final Piala Dunia di Rutan Depok

DEPOK – Nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2018 antara Perancis melawan Kroasia, Minggu (15/7) malam, berlangsung semarak di

Read More...

13 Korban Guru Cabul di Depok Direhabilitasi

DEPOK – Komisi Perlindungan Anak Indoneisa (KPAI), terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok. Teranyar, 13 korban guru WA sudah

Read More...

Mobile Sliding Menu