Ramadhan Ala Wakil Walikota Depok

In Politika
RICKY / RADARDEPOK
RELIGIUS: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama Pembina dan Pengurus Yaliju saat pembagian santunan di U Rw3 Kelurahan/Kecamatan Sawangan.

Ramadan menjadi bulan penuh berkah dan ampunan. Sehingga, umat muslim di seluruh dunia berlomba-lomba mencari pahala, tidak terkecuali bagi Pradi Supriatna. Wakil Walikota Depok ini berbagi tips menjalani bulan mulia tersebut.

 Laporan: Ricky Juliansyah

 Sesuai agenda yang diatur sebelumnya, jelang bulan Ramadan 1439 hijrah, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menghadiri acara santunan dan berbagi cinta di Yayasan Lima Belas Juli (Yaliju) bersama anak yatim di RW3 Kelurahan/Kecamatan Sawangan.

Usai kegiatan tersebut, pria yang dikenal ramah dengan siapa pun orang yang dijumpainya berbagi ilmu dengan Radar Depok di ruangannya.

“Baru saja saya menghadiri acara santunan dari Yaliju. Saya sangat bangga sebagai warga Depok, karena banyak yayasan dan lembaga bahkan perorangan yang mau berbagi dan peduli akan keberadaan anak yatim serta duafa,” kata Pradi.

Kembali ke Ramadan, menurut suami dari Iptu Martha Catur Wurihandini ini, ini merupakan bulan ibadah, bulan berbuat baik, bulan kebaikan, bulan simpati, bulan pembebasan dari neraka, bulan kemenangan atas nafsu, dan kemenangan.

Pada bulan tersebut, Allah SWT melimpahkan banyak kerunia kepada hamba-hamba-Nya dengan dilipatgandakan pahala dan diberi jaminan ampunan dosa bagi siapa yang bisa memanfaatkannya dengan semestinya.

Untuk itu, beberapa amal-amal utama yang sangat ditekankan pada bulan Ramadan menurut Wakil Walikota Depok periode 2016-2021. “Pertama yang jelas berpuasa, maka puasakan juga pendengaran, penglihatan, lisan, dan seluruh anggota tubuh. Jangan jadikan sama antara hari saat berpuasa dan tidak,” kata Pradi.

Kedua, melaksanakan Al-Qiyam/shalat malam/Tarawih, ketiga perbanyak sedekah, baik memberi makan orang miskin dan kurang mampu yang membutuhkan, kemudian memberikan hidangan bagi orang yang berpuasa.

“Jadi sedekah di bulan Ramadan memiliki keistimewaan dan kelebihan, maka bersegeralah dan semangat dalam menunaikannya sesuai kemampuan,” ujar Pradi.

Selanjutnya bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Quran, duduk dan perbanyak kegiatan di masjid hingga terbit matahari, itikaf, kemudian menghidupkan Lailatul Qadar.

Kata Pradi, jutaan umat muslim yang ada di dunia menantikan malam seribu bulan yang disebut Lailatul Qadar. Bagi dirinya, yang terakhir adalah memperbanyak dzikir, doa dan istighfar.

“Berpuasa tidak hanya sebatas meninggalkan makan, minum, dan hubungan suami istri, tapi juga mengisi hari-hari dan malamnya dengan amalan. Sehingga, hingga datang hari kemenangan kita semua kembali menjadi fitri di mata Allah SWT, dan semakin meningkatkan level keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ucap Pradi. (*)

You may also read!

Bali Bukan buat Liburan Sib…

BANDUNG – Persib Bandung akan melakoni laga tandang ke markas Bali United pada lanjutan Go-Jek Liga 1, pekan ke-11,

Read More...

Tim Thomas Indonesia Tembus Semifinal

BANGKOK–Tim Thomas Indonesia lolos ke babak semifinal Thomas-Uber Cup 2018 usai menaklukkan rival abadi, Malaysia di fase perempat final.

Read More...

Sebelum Catatan Amal Kita Terima

Oleh: H. Budi Subandriyo (Sekretaris DPD LDII Kota Depok) DEPOK – Ramadan tahun ini, sebagian besar putra-putri- kita tidak

Read More...

Mobile Sliding Menu