Ramadan, Warga Binaan Rutan Depok Tunjukan Kreasi

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
BERSAHAJA : Kepala Rutan Kelas IIB Kota Depok, Sohibur Rachman bernyanyi bersama band etnik Rutan Depok, disela-sela menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit), kemarin.

DEPOK Rutan Kelas IIB Kota Depok punya segudang agenda dalam memeriahkan bulan Ramadan buat para warga binaan. Intinya agar para narapidana ini tetap berkegiatan positif selama menjalankan ibadah puasa.

Kepala Rutan Kelas IIB Kota Depok, Sohibur Rachman mengakui bila pihaknya menelurkan beragam kegiatan. Mulai dari kegiatan agama, sampai giat kemandirian seperti asah kemampuan seni dan produksi kreasi.

“Yang penting kegiatan positif. Kegiatan ini dirangkum ke dalam program Ngabuburit di Rudep,” ungkap Sohibur kepada Radar Depok, kemarin.

Tentang giat kemandirian, lanjut dia, warga binaan difasilitasi berkesenian, mulai dari musik dan lukis. Ada juga yang berkreasi membuat kaligrafi Bahasa Arab dan menjahit pakaian. “Kalau keagamaan, kami fasilitasi dengan giat di masjid. Mulai dari tadarus dan pesantren,” ucapnya.

Ia melanjutkan, sebelum ini, pihaknya mendapat pelatihan dari Kementerian Tenaga Kerja. Ada 25 warga binaan yang dijadikan kader dan tutor dalam program ini. Mereka ini dibekali beraneka kemampuan, untuk kemudian diturunkan kepada warga binaan lainnya.

“Mulai dari kerajinan tangan dari koran atau manik-manik, sampai kemampuan untuk menghasilkan produk. Karyanya baru sebatas kami jual ke pengunjung atau tamu yang datang saja,” beber dia.

Salah seorang warga binaan, Mardani merasa senang dengan beragam aneka giat keagamaan di Rutan Depok. Dirinya yang merupakan napi operan dari Lapas Cipinang ini mengaku bisa membaca Alquran saat berada di Rutan Depok.

“Kegiatan disini banyak berkahnya,” ungkap warga binaan atas kasus narkoba ini.

Pria yang divonis 4,6 tahun ini mengatakan bila selama Ramadan, agendanya kebanyakan di masjid. Sejak pagi sekitar pukul 09:00 WIB dirinya sudah betadarus disana sampai masuk waktu Zuhur. Lalu nanti saat Salat Ashar kembali lagi hingga waktu berbuka tiba. Selain tadarus Alquran, ia lebih banyak berzikir. “Dalam sehari saya bisa baca sampai 1 juz. Selama di Rutan Depok, saya sudah khatam tiga kali Alquran,” pungkasnya. (cky)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu