Prosesi Wisuda Kelas VI SDN Mekarjaya 1 Depok

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
LANJUTKAN PENDIDIKAN: SDN Mekarjaya 1 melaksanakan prosesi wisuda pelepasan siswa kelas VI, kemarin (15/5) di aula sekolah.

Bertempat di aula sekolah yang berlokasi di Jalan Flamboyan VII, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, kemarin (15/5), SDN Mekarjaya 1 resmi menghantarkan 72 siswa-siswi kelas VI kepada orang tuanya melalui acara wisuda pelepasan.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

72 siswa yang diwisuda tersebut merupakan angkatan ke-39 sejak berdirinya sekolah 1979 silam. Mereka, melaksanakan prosesi wisuda karena dianggap telah resmi selesai mengenyam pendidikan selama 6 tahun.

“Awal mereka masuk diantar oleh orang tuanya ke sekolah, dan hari ini (kemarin,red) kami sebagai guru sudah selesai mendidik mereka di sekolah dan saatnya dikembalikan ke orang tua di sekolah pula melalui acara pelepasan,” kata Kepala SDN Mekarjaya 1, Tamsir kepada Radar Depok.

Acara wisuda pelepasan tersebut terlebih dahulu diawali dengan pelepasan atribut sekolah seperti topi, dasi, dan bet logo dan nama lokasi sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi sungkeman perwakilan siswa dari kedua kelas tersebut.

“Mereka adalah perwakilan masing-masing kelas yang selalu mendapatkan nilai tertinggi dikelas dan juara satu,” ujar Tamsir.

Tamsir menjelaskan, biasanya pelepasan siswa diadakan di luar sekolah atau bersifat jalan-jalan ke tempat rekreasi. Namun, tahun ini pelepasan di sekolah terlebih dahulu kemudian setelah Lebaran tetap akan berwisata.

“Kalau di sekolah lebih khidmat dan kekeluargaannya terasa, jadi kalau sudah acara pelepasan begini. Terserah orangtuanya mau pergi jalan-jalan kemana, semuanya diserahkan ke komite,” jelasnya.

Di sela-sela acara, diisi pula dengan penampilan kreativitas dan bakat siswa yang menang lomba-lomba pendidikan khususnya di bidang seni. Seperti, tari-tarian, pembacaan puisi, dan menyanyi.

Di lokasi yang sama, Pengawas SD di Kecamatan Sukmajaya, Siti Aisyah menginginkan anak-anak yang baru lulus tersebut, diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar kelak dapat menjadi kebanggaan untuk keluarga khususnya.

“Tidak harus masuk ke sekolah negeri, boleh swasta atau masuk pesantren. Karena di manapun sekolah sifatnya sama, yang penting orang tua tetap mendampingi anaknya sampai mereka mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” tandasnya. (*)

You may also read!

Kuat-kuatan Fisik

RUSIA – Piala Dunia 2018 akhirnya mencapai puncak. Di laga final  Prancis akan menghadapi tantangan dari tim penuh kejutan,

Read More...

Pertarungan Harga Diri Belgia Vs Inggris

ST PETERSBURG – Belgia dan Inggris bentrok kedua kalinya di piala dunia 2018, Sabtu (14/7). Stadion St Petersburg, menjadi

Read More...

Istri Wakil Walikota Depok Ditabrak Pengendara Bandel

DEPOK – Iptu Martha Catur Wurihandini mengalami insiden saat sedang menjalankan tugasnya, kemarin. Dia ditabrak seorang pengendara motor yang

Read More...

Mobile Sliding Menu