Politikus PDI Perjuangan Kota Depok: Debat Mestinya Pamerkan Data

In Politika
FOTO: Novi Anggriani Munadi

DEPOK – Debat Pilgub Jabar 2018 di Balairung, Universitas Indonesia (UI), Senin (14/5) malam berakhir ricuh. Politikus PDI Perjuangan Kota Depok, Novi Anggriani Munadi menilai apa yang dilakukan pasangan Asyik kental dengan suasana provokasi. Karena menyinggung masalah pergantian Presiden di momen tersebut.

“Jadi debat Pilgub Jabar yang tanpa etika seperti itu tidak baik,” ujarnya kepada Radar Depok, Selasa (15/5).

Perempuan yang akrab disapa Nadi ini berujar, mengingat penyelenggaraan debat ada di kampus, mestinya pasangan nomor urut tiga lebih memamerkan data, seperti dari buku, jurnal atau makalah. “Seharusnya Ketua BEM UI, memberikan kartu merah kepada pasangan itu,” sindirnya.

Sekretaris Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kota Depok ini berharap agar tak ada peristiwa serupa yang terulang di debat pilkada lainnya. Debat itu, kata Nadi, adalah forum mulia untuk beradu gagasan dan pemikiran.

“Jadi jangan sampai ada lagi elit politik kita yang minus etika dan rentan memprovokasi seperti itu,” pungkas Nadi.

Diketahui massa pasangan calon nomor dua sempat terpancing. Namun cepat diredam oleh TB Hasanuddin. “Untung Pak TB berjiwa besar dan berhasil menenangkan massa pendukungnya. Beliau punya inisiatif sebagai seorang pemimpin yang melindungi dan mengayomi demi ketenangan dan kebaikan bersama,” tandasnya. (cky)

You may also read!

DOK.PRI FOR RADAR DEPOK SILATURAHMI: Keluarga almarhum H Faisal bin Abdul Kadir Al-Habsyi, berfoto bersama usai menggelar pengajian tiga

Read More...

Bocah 7 Tahun Punya Mata Biru

  Arindra Viona Kaela Marsya (7) sepulang sekolah langsung memanggil nama bundanya begitu sampai di rumah. Sekilas tidak ada

Read More...

Pemimpin yang Amanah

  Di tahun 2018 hingga tahun 2019 masehi mendatang, iklim politik Indonesia kembali dihangatkan oleh gelaran Pilkada serta Pilpres.

Read More...

Mobile Sliding Menu