PN Depok Vonis Pemilik 43 Gram Sabu Dipenjara 9 Tahun

In Metropolis

DEPOK– Majelis Hakim yang dipimpin Dewa Ketut Kertana dengan anggota I Putu Adi Antara dan Yuanne Marietta, menjatuhkan putusan terhadap terdakwa pemilik 43 gram sabu selama sembilan tahun penjara.

“Terdakwa telah terbukti bersalah tanpa hak dan melawan hukum menguasai Narkotika Golongan I, bukan tanaman yang beratnya diatas lima gram dan menguasai Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman,” ungkap Dewa Ketut yang juga menjabat Waka PN Depok.

Yasir Abdul Ghofur (28) sebagai terdakwa dengan Dakwaan Alternatif Komulatif Pertama Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan Pasal 111 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diberitakan sebelumnya, Yasir Abdul Ghofur (28) cuma menerima uang sebesar Rp200 ribu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Situmorang, menuntut terdakwa narkotika atas nama Yasir Abdul Ghofur selama 13 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Dalam amar yang dibacakan JPU, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 111 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam surat Dakwaan No.Reg.Perk: PDM-55/DEPOK/1/2018 diketahui, pada Senin (2/10/2017) sekitar pukul 15.30 WIB, Opah Edy (belum tertangkap) datang ke rumah terdakwa memberikan satu plastik warna putih. Lalu Opah Edy naik ke lantai atas sambil berkata, Sir (terdakwa) numpang atas ya mau ada pesanan nih. Lalu di jawab terdakwa ‘iyah Opah Edy’.

Setelah itu, sekitar pukul 18.30 WIB, Opah Edy memanggil terdakwa ke lantai atas. Selanjutnya, Opah Edy berkata, Sir (terdakwa) nanti nitip barang dulu ya. “Gue mau antar pesanan dulu dekat sini’ lalu terdakwa menjawab, ‘boleh Opah Edy tapi jangan lama-lama ya’,” terangnya kepada Radar Depok.

Setelah membuat paket sabu-sabu, terdakwa membantu Opah Edy merapikan paket sabu, dan bungkusan koran berisi ganja ke dalam kantong plastik yang terdakwa rapikan lalu disimpan di tumpukan pakaian kotor. Sebelum pergi, Opah Edy memberikan uang sejumlah Rp200 ribu kepada terdakwa.

Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB saat sedang nonton televisi, tiba-tiba pintu rumah terdakwa diketuk oleh Anggota Kepolisian Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.(rub)

You may also read!

Wakil Walikota Depok Rayakan HUT Republik Indonesia ke-73 di Tanah Suci

DEPOK –  Ada yang berbeda dari perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) bagi Pradi Supriatna. Biasanya saat merayakan HUT

Read More...

Pelaku Penculikan Bayi di Depok Terancam 15 Tahun Penjara

DEPOK – Jumiyanti pelaku penculikan bayi Aditya Hamizan Purnomo, di Jalan Flamboyan RT6/2, Sukmajaya, Jumat (27/4) lalu, seperti bakal

Read More...

Sumbang Lombok-Beri Penghargaan di HUT RI

DEPOK – Sang saka Merah Putih berkibar lapang di Balaikota, saat perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI), Jumat (17/8).

Read More...

Mobile Sliding Menu