Persiapan Porda di Pengcab Taekwondo Kota Depok, Terganggu

In Depok Sport
IMMAWAN/RADAR DEPOK
HAMBATAN: Atlet-atlet taekwondo sedang berlatih di Aula KONI Kota Depok beberapa waktu lalu.

DEPOK – Tersendatnya pencairan dana Komite Olahraga Nasional (KONI) Kota Depok tahun anggaran 2019 berdampak negatif pada persiapan cabang-cabang olahraga (cabor) peserta Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII di Kabupaten Bogor pada Oktober 2018. Hal itu yang dirasakan cabor Taekwondo dan Karate.

Sekretaris Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Kota Depok, Ari Pratama mengatakan, beberapa program latihan untuk atlet yang telah disusun menjadi terhambat. Salah satunya, seperti untuk melaksanakan try out atau latih tanding dengan atlet taekwondo dari daerah lain.

Ari menjelaskan, anggaran KONI tahun 2018 ini hanya sebesar Rp7 miliar. Jumlah tersebut Lebih kecil bila dibandingakan dengan anggaran KONI ditahun penyelenggaraan Porda tahun 2014, yakni Rp10 Miliar.

“Sejauh ini, kami hanya mengandalkan loyalitas. Ongkos latian, makan-minum dan vitamin pakai uang pribadi,” ucap Ari kepada Radar Depok sebelum sesi latihan bersama tim Taekwondo di Aula KONI Kota Depok.

Ari menambahkan, minimnya anggaran ini sangat mempengaruhi persiapan tim menghadapi Porda 2018. Pengaruh yang paling terasa, terhambatnya pelaksanaan program latihan yang telah disusun. Bahkan, kata ari, dana pembinaan dari Paket 18, yang biasanya diterima atlet tiap 3 bulan, belum diterima sampai bulan ke-5 ini.

“Atlet kan perlu stimulan, untuk menjaga semangatnya tetap bagus,” kata Ari.

Keterangan senada pun disampaikan Wakil Ketua Pengcab Karate Kota Depok, Jean Rotty. Dia mengatakan, prestasi atlet berbanding lurus dengan jumlah anggaran yang digelontorkan untuk persiapan pertandingan. Ia pun mempertanyakan kenapa dengan jumlah atlet dan prestasi yang bertambah, anggaran justru turun.

“Anggaran berkurang imbasnya ke pengcab. Kegiatan selain Porda terhambat semua.” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Kota Depok, Mustafa Mansyur, menghimbau kepada setiap Pengcab untuk tetap berusaha semaksimal mungkin dalam mempersiapkan  atletnya.

“Kita tidak bisa bertindak contraproductive. Tetap harus bekerja keras memaksimalkan persiapan dengan sumberdaya yang ada,” ucap Mustafa.

Mustafa pun menjelaskan bahwa pihak KONI akan terus berupaya mencari sumber-sumber anggaran lain demi menyelesaikan persoalan anggaran ini. (mg2)

You may also read!

Naik Level

Sewindu. Tahun ini, 15 Juli 2018 Harian Radar Depok alhamdulillah sudah beranjak usia ke delapan. Perjalanan panjang dilalui dari

Read More...

Semarak, Nobar Final Piala Dunia di Rutan Depok

DEPOK – Nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2018 antara Perancis melawan Kroasia, Minggu (15/7) malam, berlangsung semarak di

Read More...

13 Korban Guru Cabul di Depok Direhabilitasi

DEPOK – Komisi Perlindungan Anak Indoneisa (KPAI), terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok. Teranyar, 13 korban guru WA sudah

Read More...

Mobile Sliding Menu