Pemkot Depok Gugat Pemagar Kecamatan

In Metropolis
FAHMI/RADARDEPOK
MASIH DITUTUP : Akses jalan ke Kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, ditutup pagar beton selama 3 pekan terakhir ini. Penutupan dilakukan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan yakni Suganda, sejak Selasa (10/4/2018) lalu dan masih terjadi hingga Jumat (4/5/2018).

DEPOK – Sejak Selasa (10/4) lalu, hingga Jumat (18/5) pemagaran dengan drum beton menuju jalan masuk Kecamatan Limo, masih saja kokoh. Kabarnya, permasalahan yang berlarut-larut ini ada titik terang. Pemkot Depok dalam waktu dekat akan mengajukan gugatan kepada Suganda, salah seorang warga yang mengklaim lahan tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana menegaskan, pengajuan gugatan atau pendaftaran gugatan ke PN Depok akan dilakukan paling lambat pekan depan. “Saat ini kami tengah mengumpulkan semua bukti untuk dasar saat mendaftarkan gugatan atas lahan di sana ke PN Depok,” kata Nina kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Mantan Kasapol PP Depok ini menjelaskan, keputusan mengajukan gugatan lahan yang diklaim milik Suganda, setelah menggelar rapat bersama dengan kepolisian, Kejari dan BPN Kota Depok, membahas masalah akses jalan masuk ke Kecamatan Limo. “Hasil rapatnya, kami akan ajukan gugatan ke PN Depok, setelah itu kita buka pagar yang menutup akses jalan,” terang Nina.

Dengan begitu, sambung Nina dalam waktu dekat akan membongkar paksa pagar drum beton yang menutup akses jalan ke Kecamatan Limo. Atas pemagaran tersebut telah membuat akses jalan lumpuh selama lebih dari sebulan ini.

Pembongkaran, lanjut dia akan dilakukan setelah pihaknya mengajukan gugatan kepemilikan lahan di akses jalan masuk, yang diklaim Suganda. “Setelah gugatan kepemilikan lahan di sana kita daftarkan ke PN Depok, baru kita buka dan bongkar paksa,” beber Nina.

Menimpali hal ini, warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan jalan masuk Kecamatan Limo, Suganda mengaku, menunggu rencana Pemkot Depok membongkar paksa pagar drum betonnya itu.

“Saya tunggu Pemkot Depok membongkarnya. Setelah itu, mudah saja, tinggal saya laporkan ke Polisi kalau mereka melakukan pengerusakan pada pagar beton di lahan saya. Biar diciduk itu siapa yang berani bongkar,” tegas Suganda.

Menurutnya, jika Pemkot Depok berani membongkar paksa pagar drum beton miliknya. Dengan begitu pemkot telah melakukan pidana berupa pengerusakan barang miliknya.

Perlu diketahui penutupan akses jalan ke Kecamatan Limo dengan pagar drum beton, sudah terjadi lebih dari satu bulan. Pemagaran beton akses jalan itu dilakukan Suganda, yang mengklaim sebagai pemilik lahan sejak Selasa (10/4) lalu. Sampai Jumat (18/5) ini pemagaran dengan drum beton masih dilakukan.

Suganda mengklaim dari sekitar 2.910 meter persegi luas lahan, ada 345 meter persegi lahan miliknya selama ini dipakai menjadi akses jalan masuk ke Kecamatan Limo. Kepemilikan lahan itu dibuktikan Suganda dengan surat sertifikat hak milik tanah, atas nama ayahnya Joyo.(rub)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu