Pemenangan Rindu Kota Depok: Hasil Akhir di 27 Juni

In Politika
FOTO: Ketua Tim Pemenangan Rindu Kota Depok, Qonita Luthfiyah

DEPOK – Terkait hasil survei Pasangan Rindu yang turun. Ketua Tim Pemenangan Rindu Kota Depok, Qonita Luthfiyah tetap optimis dan lebih mengutamakan hasil akhir pada hari pemungutan suara Pilgub Jabar 2018 di 27 Juni mendatang.

“Inikan prosesnya masih berjalan. Yang terpenting, hasil survei itu tidak memecah belah dan memprovokasi kita. Niarkan saja, mau siapa pun yang nanti mendapat hasil survei yang baik atau tidak, tapi kita tunggu sampai tanggal 27 Juni. Dan setelah itu, siapapun yang terpilih adalah gubernur kita,” kata Qonita kepada Radar Depok, Kamis (24/5).

Yang penting, kata dia, saat ini pihaknya terus fokus, ikhtiar dan berbuat sesuatu hal positif dan  baik untuk meningkatkan elektabilitas, dimana muaranya adalah masyarakat memilih Pasangan Nomor urut 1 di tiap TPS yang ada di Kota Depok.

“Bagi saya, hasil survei merupakan sebuah patokan dan saya tidak menampik dan mengabaikan hal tersebut. Tapi yang utama adalah di 27 Juni besok masyarakat memilih pasangan Rindu,” ucapnya tegas.

Di sisa waktu yang ada, kata Qonita yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok ini, pihaknya bakal lebih massif untuk menyosialisasikan pasangan Rindu hingga tiap pelosok di kota sejuta belimbing. Bahkan, tidak hanya dari PPP, dari tim koalisi pun terus bergerak untuk memenangkan Pasangan Rindu sebagai Pemimpin Jabar periode 2018-2023.

“Pasti kami tetap ikhtiar. Banyak cara yang dilakukan, tapi harus sesuai dengan rules  yang sudah ditetapkan,” terang Qonita.

Bahkan, putri dari Kyai Syukron Mamun ini pun kerap menghimbau kepada seluruh pendukung untuk menyosialisasikan Pasangan Rindu sesuai dengan rules yang ditetapkan, beretika, santun dan mengedepankan akhlakul karimah.

“Jangan sampai ada yang menjatuhkan, menjelek-jelekan atau bahkan memprovokasi kubu lainnya. Saya sebagai Ketua Tim Pemenangan Rindu di Depok pun mengecam, jika ada tim Rindu yang berlaku demikian. Makanya, kami sering melakukan evaluasi dan komunikasi,” ungkapnya.

Sebab, bagaimana pun proses Pilgub ini adalah memilih Gubernur dan Wakil Gubernur baru, dimana jabatan tersebut merupakan sebuah amanah dan tugas mulia. Sehingga, proses untuk menggapainya pun harus digapai dengan bermartabat dan mulia.

“Juga harus digapai dengan baik. Bagaimana kita meraih hasil yang baik, jika prosesnya tidak dilakukan dengan baik,” papar Qonita yang juga Anggota DPRD Kota Depok.

Qonita menambahkan, terkait dengan perbedaan adalah hal yang wajar dalam berdemokrasi. Jadi, ia berharap agar tdak hanya Parpol saja yang berbeda, tetapi seluruh lapisan masyarakat harus bisa menghargai perbedaan dalam berdemokrasi.

“Namanya hukum demokrasi itu siap berbeda. Kalau cuma satu namanya bukan demokrasi. Karenannya kita sikapi perbedaan inisebagai dinamika menyatukan kekuatan dan untuk memilih pemimpin terbaik,” tandas Qonita. (cky)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu