Pedagang Kemirimuka Kota Depok Ngadu ke DPD

In Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
AUDIENSI : Pedagang pasar kemirimuka saat mendatangi kantor DPD RI, kemarin.

DEPOK – Perjuangan ratusan pedagang Pasar Kemirimuka benar-benar sampai darah titik penghabisan. Teranyar, Paguyuban Pedagang Pasar Kemirimuka mengadukan konflik lahan pasar antara Pemerintah Kota Depok dan PT Petamburan Jaya Raya (PJR), ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis (24/5).

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kemirimuka, Karno meminta, bantuan Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, agar Mahkamah Agung (MA) menunda eksekusi. Dan meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, untuk menjadikan lahan pasar menjadi milik negara. “Semoga DPD RI bisa membantu, kami berharap agar aset negara tetap dikuasai negara dan tidak jatuh ke tangan swasta,” kata Karno kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Saat mendatangi gedung DPD RI, Karno juga meminta agar eksekusi Pasar Kemirimuka dibatalkan. Karena seluruh pedagang sudah 30 tahun berdagang di Pasar Kemirimuka.

Sementara itu, senator Provinsi Jawa Barat, Ayi Hambali menjelaskan, awalnya lahan tersebut adalah milik rakyat dan dibebaskan oleh PT PJR dengan syarat akan dikembalikan ke negara. Kini, waktu penguasaan oleh PT. PJR telah habis dan pihak BPN tidak mau memperpanjang.

Selanjutnya, PT PJR membawa masalah ini ke pengadilan, namun Pemkot Depok selalu kalah hingga ke Mahkamah Agung. Ayi mengatakan, keinginan rakyat adalah agar Peninjauan Kembali (PK) MA sebagai keputusan non eksekutorial.

“Sudah 3 kali akan dieksekusi setiap kali mau lebaran. Ini tidak bisa kita biarkan friksi seperti ini, jadi harus diatasi karena menyangkut nasib mencapai 5.000 pedagang,” jelas Ayi.

Setelah para senator menggali informasi dari para pedagang, Ketua BAP Abdul Gafar Usman mengatakan, DPD RI akan mengambil langkah pertama dengan menggali informasi dari Pemprov Jawa Barat, Pemkot Depok, dan PT PJR.

“Setelah semua informasi terkumpul, apakah itu pertemuannya di sini atau kami yang ke Depok, baru kita berbicara khusus dengan Menteri Agraria,” ujar Abdul.(rub)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu