Panwaslu Depok: Pisahkan Kampanye dan Ibadah Ramadan

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
RAKOR: Panwaslu Kota Depok dan jajarannya mengadakan rakor di Kantor Sekretariat Panwaslu Kota Depok di Graha Kartini Jalan Raya Citayam Nomor 45 Kelurahan Ratujaya, Cipayung.

DEPOK – Memasuki Bulan Ramadan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok meminta agar tiap Timses Paslon Pilgub Jabar 2018 dan Partai Politik untuk memisahkan aktivitas politik (Kampanye) dengan aktivitas ibadah selama Ramadan.

Seperti yang disampaikan Ketua Panwaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana. Ia menegaskan, pada pengawasan di Bulan Ramadan secara garis besar, pihaknya fokus pengawasan pada kepatuhan Paslon Pilgub pada pemisahan aktivitas politik (kampanye) dengan aktivitas ibadah selama Ramadan.

“Untuk pra kampanye Pemilu 2019,  juga seperti itu terhadap partai-partai politik,” kata Dede kepada Radar Depok

Untuk itu, pihaknya meminta agar jangan mencampur adukkan aktivitas ibadah dengan politik, seperti pembagian sembako yang disisipi kampanye, Kultum diselipi pesan untukk memilih calon tertentu.

“Tempat ibadah merupakan salah satu objek pengawasan kita juga. Kalau untuk Pilgub kan jelas larangan kampanye di tempat ibadah, sanksinya bisa kita hentikan kegiatan kampanye tersebut. kalau untuk Pemliu 2019 kan belum masuk tahap kampanye, maka bisa kena pasal kampanye di luar jadwal, pidana pemilu,” ucap Dede.

Sementara, Komisioner Panwaslu Kota Depok, Andriansyah menambahkan, agar bulan Ramadan tetap suci di masa kampanye, ada beberapa poin yang harus dipahami, pertama stop ujaran kebencian.

“Hindari penyebaran informasi dan komentar yang mengandung ujaran kebencian, apalagi kalau mengandung kebencian terhadap Sara,” imbuh Andri.

Kemduian, jangan sebar hoax, jangan kampanye di tempat ibadah, jangan brsedekah disertai dengan nomor partai.

“Yang terakhir adalah ikut berpartisipasi dalam pengawasan, yakni dengan mengawasi sekitar lingkungan terkait kampanye, jika ada kecurangan laporkan kepada Bawaslu, Panwaslu, Panwascam dan lembaga terkait lainnya,” ucap Andri. (cky)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu