Ngabuburit Berfaedah di Masjid Ukhuwah Islamiyah, UI

In Satelit Depok
IMMAWAN/RADAR DEPOK
SERIUS: Jamaah kajian Pesona Syiar Ramadhan 1439 H memperhatikan pemaparan materi dari narasumber di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia kemarin sore.

Sambil menyelam minum air. Mengumpulkan imbalan pahala berlipat sembari menambah pengetahuan agama dengan mengkaji sejarah dan ajaran agama Islam. Hal itu bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat di waktu senggang Bulan Ramadan. Masjid Ukhuwah Islamiyah yangberlokasi di kawasan Universitas Indonesia (UI) memanfaatkan Bulan Puasa untuk mengadakan kegiatan tersebut.

Laporan : Immawan Zulkarnain

Banyak cara biasa dilakukan remaja muslim untuk mengisi waktu menunggu tibanya waktu berbuka puasa. Ada yang memilih untuk bermalasan di rumah sambil berselancar di dunia maya, tidur setelah salat asar dengan tujuan bisa bangun tepat di waktu maghrib, atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan bersama teman-temannya, dan melakukan hal-hal non-produktif lainnya.

Namun pemandangan berbeda justru terlihat di aula tengah Masjid Ukhuwah Islamiyah, Universitas Indonesia (UI), kemarin (18/5) sore. Selepas Salat Asar, sekitar 100 orang muda-mudi berkumpul memadati masjid, untuk ngabuburit dengan mengikuti agenda kajian Ramadan yang diselenggarakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) melalui Panitia Pesona Syiar Ramadhan (Pesiar) 1439 Hijriah.

Mengusung tema “Mensyukuri Peran Islam dalam Membangun Nusantara”, jamaah diajak untuk mendengarkan, lalu mengkaji sejarah pendudukan wilayah Al-Quds, yang sekarang dikenal dengan Palestina pada masa Romawi terjadi Perang Salib dan bagaimana umat Islam pada masa itu dibantai akibat perpecahan dalam diri umat Islam.

Jamaah yang didominasi oleh mahasiswa UI tersebut, terlihat antusias mendengarkan pemaparan materi. Sehingga sesi kajian terasa menarik dengan berondongan pertanyaan yang diajukan jamaah dengan rasa penasarannya terkait materi yang disampaikan.

Panitia Kajian Ramadan tersebut, Gias mengaku, tujuan pelaksanaan kajian tersebut memang untuk memberikan alternatif bagi para muda-mudi yang ingin menyalurkan waktu luangnya untuk hal positif, sebelum masuk waktu berbuka. “Minimal menghindarkan mereka dari aktifitas negatif,” katanya.

Ternyata tujuan panitia pun tersampaikan dengan pengakuan dari Iqbal, seorang peserta kajian. Dia mengatakan dirinya mengapresiasi niat baik panitia. Menurut Iqbal, momentum awal Ramadan ini memang perlu dimanfaatkan. Karena, lanjutnya, mahasiswa yang menjadi peserta panitia memang sedang semangat-semangatnya, menambah pengetahuan tentang agama Islam.

”Mahasiswa di awal Ramadan itu haus akan ilmu dan pengetahuan,” tutur mahasiswa Politeknik Jakarta (PNJ) semester 4 dari program studi Akuntansi tersebut. (mg2)

You may also read!

Mobil Guru Ngaji Ditembak OTK

DEPOK – Mobil avanza hitam bernopol B 1394 ERA yang ditumpangi guru ngaji, Rokoyah ditembak orang tidak dikenal (OTK)

Read More...

Atasi Banjir dan Macet

DEPOK – Banjir dan jalan rusak menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi oleh kota yang sedang berkembang seperti

Read More...

22 CPNS Tidak MCU di Depok

DEPOK–Rangkaian Tes Kesehatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Depok, resmi selesai kemarin. Dari 237 CPNS yang lolos tes

Read More...

Mobile Sliding Menu