Menhan ke Depok Ingatkan Bahaya Terorisme

In Utama
IST FOR RADARDEPOK
KOMPAK: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menyalami prajurit usai memberikan pengarahan kepada 315 perwira Kostrad, di Markas Divif 1 Kostrad Cilodong, kemarin (22/5).

DEPOK – Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu berkunjung ke Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad Cilodong, kemarin (22/5). Menhan juga memberikan pengarahan kepada 315 perwira di satuan milik TNI AD tersebut.

Ryamizard mengatakan, hubungan Kementerian Pertahanan dengan TNI harus terus terjaga. Karena menurutnya, Kemhan yang menyusun dan membuat strategi pertahanan di tubuh TNI.

“Dalam merumuskan strategi pertahanan negara, Kemhan selalu mengacu pada kondisi aktual potensi ancaman negara masa kini dan masa yang akan datang,” kata Ryamizard di Markas Divif 1 Kostrad Cilodong, Selasa (22/5).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menjelaskan, Menhan selaku pembantu presiden dalam bidang pertahanan memiliki otoritas tertinggi dalam mendesain dan menentukan kebijakan strategis pertahanan. Termasuk, dalam mengontrol demokrasi terhadap kekuatan militer.

“Dalam hal ini, kedudukan TNI adalah sebagai alat atau instrumen pertahanan negara guna mewujudkan objektif arsitektur pertahanan negara. Sementara itu fungsi Polri adalah sebagai instrumen keamanan dan ketertiban negara serta masyarakat,” ujar Ryamizard kepada wartawan.

Ryamizard dalam kesempatan itu juga menceritakan pengalaman karir militernya yang banyak dihabiskan di Kostrad. Karirnya, sejak masih kapten sampai menjadi Pangkostrad dihabiskan di satuan tersebut. “Saya ke sini serasa kembali ke rumah sendiri. Saya bangga dengan prajurit Kostrad,” paparnya.

Ryamizard berpesan agar Kostrad membangun komunikasi yang efektif antara pemimpin dengan anak buahnya. Ryamizard mengingatkan agar tentara juga ikut menjaga keamanan jelang Pilkada Serentak 2018.

“Untuk kita ketahui yang saya jadikan sebagai pedoman dasar dalam pembangunan Infrastruktur Pertahanan negara menuju kekuatan dan postur Pertahanan Negara yang ideal, efektif dan handal di dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman yang ada,” ujar Ryamirzard.

Dia juga mengatakan fenomena potensi ancaman terhadap NKRI terbagi menjadi dua dimensi ancaman utama, yakni ancaman belum nyata (ancaman perang terbuka antarnegara) dan ancaman nyata. “Ancaman nyata menjadi prioritas untuk ditangkal dan kemungkinan dapat di alami oleh negara-negara kawasan, baik secara sendiri-sendiri atau yang bersifat lintas negara,” kata Ryamizard.

Dia menyebutkan, di kawasan dan di berbagai belahan dunia sedang menghadapi potensi ancaman yang sangat-sangat nyata, yaitu bahaya ancaman terorisme dan radikalisme generasi ketiga setelah Al-Qaeda dan setelah Daisy/Daesh yang telah dihancurkan di Timur Tengah (Irak dan Syria). “Penanganan ancaman ini memerlukan komitmen dan tindakan bersama yang konkret dan serius,” ucapnya.

Ia juga menilai, dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang mampu mengganggu keutuhan NKRI, diperlukan konsep pembangunan pola pikir seluruh rakyat Indonesia melalui penanaman wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara agar tidak mudah dipengaruhi dan terprovokasi oleh upaya pencucian otak dari kelompok tertentu.

Oleh karena itu, desain strategi pertahanan negara juga diarahkan dengan konsep perang rakyat semesta atau total warfare yang melibatkan pembangunan seluruh komponen bangsa yang dilandasi oleh penanaman nilai-nilai kesadaran bela negara yang lahir dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia disertai pembangunan kekuatan TNI beserta alutsistanya sebagai komponen utama pertahanan negara.

“Hanya satu kata kunci kekuatan kita dalam menghadapi keniscayaan masuknya berbagai potensi ancaman fisik dan nonfisik, yaitu dengan cara memperkuat identitas dan jati diri bangsa serta membangun persatuan dan kesatuan yang kokoh dan bersinergi dari seluruh komponen bangsa melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dan penguatan kesadaran bela negara,” pungkasnya. (rub)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu