Melihat Program Pasangan Rindu Majukan Jabar

In Politika
AHMAD FACHRY/RADARDEPOK
DEBAT: Pasangan Rindu saat mengikuti Debat Publik Putaran kedua Pilgub Jabar 2018 di Balairung UI, Depok, Senin (14/5)

Tema Debat Publik Putaran kedua Pilgub Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia mengangkat tema meliputi lingkungan hidup, sumber daya alam, energi, pangan, pertanian, kelautan, kehutanan, dan pertambangan. Untuk pertanian, Ridwan Kamil klaim memiliki Bupati terbaik se-Indonesia yang bisa mengekspor beras ke Amerika dan Eropa.

 Laporan: Ricky Juliansyah

Saat Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum berjalan di karpet merah yang disiapkan panitia Debat Publik kedua Pilgub Jabar 2018 di Balairung UI, Depok, Lampu blitz dari pewarna saling bersahutan laksana kilat di kala hujan.

Di sudut yang disediakan, pewarta berkesempatan mewawancarai pasangan bernomor urut 1 ini sesuai dengan tema debat Pilgub Jabar di kota sejuta belimbing. Satu per satu pertanyaan pun dilontarkan para kuli tinta sebelum paslon tersebut masuk ke Balairung UI.

“Terkait pertanian, saya punya bupati terbaik se-Indonesia (Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum) di bidang pertanian. Satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang mengekspor beras ke Amerika dan Eropa, ada di Tasikmalaya. Solusinya ada di kang Uu,” ucap Kang Emil sesaat sebelum debat di Balairung UI, Depok.

Sedangkan untuk lingkungan hidup, jika dihubungkan dengan Sungai Citarum, kang Emil mengungkapkan, 5 tahun lalu sungai citarum dijanjikan bisa dapat di minum oleh petahana. Tapi nyatanya malah tidak. Bahkan pada Perpres nomor 15 tahun 2018, selama ini tidak banyak kemajuan.

“Karena sifatnya multi dimensi, tidak hanya limbah, tapi penggerusan tanah-tanah. Jadi memang masalahnya ada di kepemimpinan. Sebab, jika hanya satu dimensi itu urusan dinas. Sedangkan, jika sudah multi dimensi sudah urusan kepemimpinan,” tutur kang Emil.

Untuk pertanian, sambung kang Emil, pihaknya punya program pertanian infus. Jadi nanti bukan disiram tapi diinfus untuk mengkonversi 300 ribu hektare lahan kritis dan nganggur menjadi lahan produktif. “Insya Allah dengan konsep pertanian infus, lahan pertanian menjadi bertambah dan ini menjadi solusi,” paparnya.

Terkait sertifikasi lahan yang menjadi program pemerintah, kang Emil mengatakan, sebab harus melihat kewenangan, pemberian sertifikat itu ada di BPN. Tapi akan diakselerasi oleh pasangan Rindu.

Ia melanjutkan, kerusakan lingkungan disebabkan masyarakat yang tak patuh. Pemerintah Provinsi pun harus disiplin menerapkan rencana tata ruang wilayah, lanjut mantan Walikota Bandung ini, selama ini kelemahannya adalah tindakan hukum. Jadi selama ini orang Indonesia kadang hobi melakukan pelanggaran hukum karena tidak ada penindakan hukum.

“Jadi, jika saya memimpin, program jangka pendeknya adalah membasmi mereka yang melanggar hukum,” ucap Kang Emil.

Sementara, Cawagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menambahkan, untuk dapat mengekspor beras ke luar negeri, pertama meningkatkan kualitas beras, terutama beras organik. “Karena dengan kualitas beras yang baik akan diterima oleh luar negeri,” katanya.

Kemudian, cara yang dilakukan adalah memberikan kepada para petani agar hasil panennya baik. Sedangkan, seiring menyempitnya lahan pertanian, sambung kang Uu, pihaknya mencetak lahan pertanian baru sekitar 150 hektare di Tasikmalaya. “Itu yang akan kami lakukan di Jabar Bersama kang Emil,” ucap Kang Uu. (*)

You may also read!

Kuat-kuatan Fisik

RUSIA – Piala Dunia 2018 akhirnya mencapai puncak. Di laga final  Prancis akan menghadapi tantangan dari tim penuh kejutan,

Read More...

Pertarungan Harga Diri Belgia Vs Inggris

ST PETERSBURG – Belgia dan Inggris bentrok kedua kalinya di piala dunia 2018, Sabtu (14/7). Stadion St Petersburg, menjadi

Read More...

Istri Wakil Walikota Depok Ditabrak Pengendara Bandel

DEPOK – Iptu Martha Catur Wurihandini mengalami insiden saat sedang menjalankan tugasnya, kemarin. Dia ditabrak seorang pengendara motor yang

Read More...

Mobile Sliding Menu