Lintas Agama Depok Deklarasikan Pernyataan Bersama

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
KOMPAK : Tokoh Lintas Agama bersama Kapolres, dan Dandim 0508/Depok berfoto bersama dalam kegiatan pernyataan bersama atas kejadian bom bunuh diri di Surabaya.

DEPOK – Pasca terjadinya bom bunuh diri di tiga gereja Kota Surabaya. Senin (14/5) malam, para pimpinan dari Lintas Agama Kota Depok bersikap atas kejadian tersebut dengan mendeklarasikan pernyataan bersama, di Gereja Toraja, Jalan Pemuda Kelurahan Depok, Pancoramas. Mereka mengutuk kejadian tersebut karena setiap agama tidak mengajarkan tindak bom bunuh diri.

Ketua PCNU Kota Depok, H Raden Salamun mengungkapkan, aksi bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja, Kota Surabaya adalah ujian bagi Kebinekaan bangsa ini. Dengan pelaku meledakan bom di tempat simbol-simbol agama. Tentunya ini berniat merusak kehidupan umat beragama di negeri ini yang saling berdampingan.

“Kami turut berduka cita atas kejadian teror, pelaku teror bukanlah bagian dari kami (Islam). Semua persoalan bangsa ini bisa diselesaikan dengan damai, agar polisi jangan ragu-ragu menembak kepala teroris, kita akan segera dorong UU Anti teroris di Indonesia,” ungkap Salamun kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dalam aksi tersebut ada delapan poin pernyataan bersama yang dibacakan perwakilan lintas agama.

Pertama, pimpinan lintas agama menyesal atas semua terjadinya teror dan tebar kebencian atas dasar apapun tidak ada satupun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan hidup.

Kedua semua bela sungkawa atas musibah ini yang sangat dalam khususnya kepada Keluarga, pihak gereja di Surabaya dan Kepolisian yang telah menjadi korban dalam peristiwa ini.

Ketiga mendukung penuh upaya dan langkah -langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat sampai tuntas terkai motif, pola dan gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.

Keempat, mendukung usaha aparat keamanan melakukan penanganan khusus yang lebih intensif cepat dan tegas sehingga dapat menjamin keamanan warga negara.

Kelima, mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan Kota Depok yang bertindak cepat melakukan antisipasi atas peristiwa yang terjadi dengan melakukan pengamanan di rumah – rumah Ibadah.

Keenam mengajak seluruh warga Indonesia khususnya Kota Depok untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solideritas kemanusian sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

Ketujuh, menghimbau semua umat beragama untuk tidak takut dan terus berdoa kepada Allah yang maha kuasa demi keselamatan Bangsa Negara dan kota ini.

Lalu  terakhir mengajak kepada semua pimpinan umat beragama di segala lapisan untuk melakukan pembinaan dan pengajaran kepada umat umat dengan benar. Dan menyatakan bahwa NKRI dan Pancasila adalah dasar negara yang melandasi kehidupan bermasyarakat.

Sementara, Ketua Komisi Kemitraan Kemasyarakat (Humas) Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Setempat (PGIS), Denny Romulo Hutauruk mengatakan, deklrasi pernyataan sikap ini diperkasasi oleh PGIS dengan mengundang para pimpinan lintas agama di Kota Depok.

“Diadakan ini agar terciptanya dan menjaga kondusifitas. Lalu umat beragama di Depok tidak terpancing dan menyerahkan kepada pihak keamanan,” kata Denny.

Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada aparat keamanan dari Polresta dan Kodim 0508, yang sudah memberikan rasa aman saat beribadah umat nasrani di gereja se-Depok. Pasca terjadinya bom bunuh diri di rumah ibadah di Kota Surabaya.

“Insiden ini kami umat nasrani mendokan para korban dan pihak aparat keamanan,” ucapnya.

Disamping itu, Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengapresiasi langkah deklarasi para pimpinam lintas agama di Depok.

“Kita harus waspada namun tidak waspada yang berlebihan karena akan memicu kecurigaan yang tinggi,” ucap Kapolresta Depok ini.

Pihaknya juga selalu menjaga kondusifitas di beberapa titik keramaian degan menempatkan personil polisi. Tujuanya memberikan keamanan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Kegiatan ini akan membuat tenang seluruh masyarakat dan memohon doa restu agar mampu mengungkap dan menangkap pelakunya sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia meminta doa.

Dandim 0508 Depok Letkol Iskandarmanto menegaskan, TNI Polri akan terus berusaha menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kita telah melakukan patroli setiap hari sebelum kejadian teror bahkan melibatkan masyarakat dalam melaksanakan patroli,” tandasnya. (irw)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu