Lebih Dekat Ireta RW1 Kelurahan Mampang, Pancoranmas Kota Depok (1)

In Metropolis
IST FOR RADAR DEPOK
SELALU MENJAGA SILATURAHMI: Para anggota Ireta RW01 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas selalu mengendepankan silaturahmi.

Organisasi atau perkumpulan yang dilakukan secara turun-temurun kepengurusanya bisa dikatakan jarang. Namun, beda dengan Ikatan Remaja Taruna (Ireta) Kelurahan Mampang, Pancoramas. Saat ini usianya sudah 50 tahun tapi masih eksis dan aktif, karena mengedepankan sistem kekeluargaan, diisi anak-anak muda.

Laporan : MUAHAMMAD IRWAN SUPRIYADI

KURANG lebih 1 kilometer dari kantor Kelurahan Mampang,  Pancoranmas. Terdapat satu lapangan bola yang sudah lama sejak jaman Kota Depok, masih menjadi kota administratif (Kotif) atau sebelum Kotif.

Di lapangan yang cukup besar itu diapit kawasan rumah warga. Tepatnya ada di RW1 Kelurahan Mampang, banyak anak-anak usia muda dan dewasa berlarian, mereka sedang berlatih sepak bola. Mereka adalah kelompok anak-anak muda Ireta.

Usut punya usut, awak media Harian Radar Depok pun ingin mengetahui. Ketika tiba di pingir lapangan terdapat warung kopi, bertemu Sopian Hadi salah satu pembina Ireta.

Ia mengatakan, Ireta ini sudah lama ada, sejak dia masih di bangku SD di tahun 1990. Bahkan, kata dia, kepengurusanya sudah berganti. Ini kata dia, regenerasi di Ireta berjalan.

“Kebetulan kaka kandung juga pernah menjadi pembina Ireta, saya pribadi melanjutkan pembinaan anak-anak muda Ireta di RW1 Mampang ini,” kata pria yang sering disapa Bang BP.

Dijelaskan Bang BP, Ireta dulu bernama Ireta 379. Dimana, para anggotanya adalah anak muda yang sering kumpul dari situlah dibentuk Ireta 379.

Bentuk kegiatannya, kata dia, gerakan sosial di masyarakat. Lalu sebut dia, di sisi lainya senior memberikan pembinaan kepada junior. Sehingga tetap solid. “Terpenting mengedepankan kebersamaan dan saling menghargai,” ucap Bang BP.

Pria dua anak ini mengatakan, keberadaan Ireta ada dan eksis karena selalu menanamkan bahwa di Ireta ini ditanamkan sifat kekeluargaan.

Artinya, jika ada salah satu anggota Ireta mengalami musibah dan kesulitan, tentu para anggota bergerak membantu. “Ibarat tubuh sakit satu dibagian organ tubuh, maka semua merasakan sakit. Jadi kami bantu bila ada anggota yang membutuhkan bantuan, kita bantu,” ulas dia.(bersambung)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu