Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok: Bawaslu Harus Transparan!

In Politika
FOTO: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo.

DEPOK Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengharapkan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi), terkait insiden yang terjadi dalam debat Pilgub Jabar 2018, di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin (14/5). Ini lantaran sempat terjadi keramaian antar pendukung Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan TB Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah).

“Ketika memang didapati dan dianggap ada pelanggaran, tolong segera ditindaklanjuti sesuai dengan aturan, jangan dibiarkan. Termasuk dengan debat kemarin. Ketika kami sudah melayangkan laporan. Hasilnya harus disampaikan ke publik,” kata pria yang akrab disapa HTA ini, saat ditemui Radar Depok di Gedung DPRD Kota Depok, Rabu (16/5).

HTA mengungkapkan, adanya kejadian saat akhir debat sangat disesalkan, karena terkait penggunaan hastag sempat menjadi masalah di luar yang kemudian menimbulkan ketidak tenangan di masyarakat.

“Di Jakarta sempat beberapa kali terjadi insiden akibat kaos dengan hastag itu (#2019GantiPresiden). Sangat disayangkan ketika debat publik dicederai oleh aksi yang menurut saya menjadi bagian daripada teror,” ungkap HTA.

Ketua DPRD Kota Depok ini menilai aksi yang dilakukan pasangan calon nomor urut 3 tersebut merupakan hal yang memprovokasi lantaran bukan pada tempatnya. “Ini kan debat Pilgub, belum waktunya, belum masuk tahapan kampanye Pilpres. Masih di 2019 itu,” papar HTA.

Bahkan, lanjut dia, dari KPU dan Bawaslu Jabar sudah sepakat, tema yang akan dibahas meliputi lingkungan hidup, sumber daya alam, energi, pangan, pertanian, kelautan, kehutanan, dan pertambangan.

“Aturannya sudah jelas. Di luar itu tidak boleh. Bahkan, saat kami masuk ruangan pun di larang membuat alat peraga,” tegasnya.

Atas insiden itu, sambung HTA, sudah dilaporkan Tim Sukses Hasanah ke KPU dan Bawaslu Jabar. Ia berharap agar kejadian tersebut tidak terulang tidak hanya di Kota Depok dan Jabar. Tetapi, di seluruh nusantara.

“Ketika Kang Hasan memerintahkan kami untuk mundur dan tenang. Tentunya kami fatsun, biar ini ditindaklanjuti sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” terang HTA. (cky)

You may also read!

Asep Kalap Lihat Paha Bule, Pemerkosa-Pencuri WNA Jerman di Depok Ditangkap

DEPOK – Asep Maulana sudah mengenakan kaos berwarna orange dengan tulisan tahanan, saat masuk hotel prodeo Polresta Depok. Pria

Read More...

Tujuh Rumah Gedong Numpang Listrik, Developer Aruba Residence Depok Putus Aliran

DEPOK – Entah apa permasalahannya sampai-sampai developer Aruba Residence berbuat tega seperti ini. Selama sembilan hari, tujuh rumah mewah

Read More...

Sehari 60 Orang Buat Kartu Kuning

DEPOK – Selain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ternyata, pemohon pembuatan Kartu Kuning atau AK1 juga mengalami peningkatan   kemarin.

Read More...

Mobile Sliding Menu