Inilah Sikap PMII Universitas Indonesia Terhadap Teroris

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
ASPIRASI : Pengurus PMII UI foto bersama usai salah berjamaah di masjid di wilayah Kota Depok.

Aksi teror yang marak di Indonesia belakangan ini membuat Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Indonesia mengambil sikap dan mendukung almamaternya (Universitas Indonesia) dalam penanganan dan menangkal teroris.

 Laporan : Ricky Juliansyah

Serentetan aksi teroris mengguncang tanah air mulai dari Mako Brimob Depok, Surabaya, Mapolda Riau yang telah banyak menelan korban jiwa dari Anggota Polri dan masyarakat.

Kejadian tersebut menjadi refleksi bagi semua masyarakat dan tidak terkecuali bagi Perguruan Tinggi yang dibiayai Pemerintah seperti Universitas Indonesia. Terlebih lagi dalam menangkal tumbuh suburnya ideologi dan gerakan kelompok radikalis.

Menanggapi hal tersebut, PMII Universitas Indonesia mendukung sikap Rektor UI, Muhammad Anis. Atas pernyataannya yang menyatakan “UI menentang keras segala bentuk radikalisme dan terorisme, termasuk ujaran kebencian, baik di dalam atau luar kampus dan akan menindak tegas setiap warga UI yang melakukan tindakan provokasi yang mengarah pada radikalisme dan memecah belah bangsa” sebagaimana disampaikan di salah satu Harian Nasional.

“Langkah Rektor UI sudah tepat dalam menangkal tumbuh suburnya ideologi radikal di kampus. Kita mengapresiasi upaya tersebut,”ujar Ketua Forum Alumni PMII UI Ahmad Solechan.

Pihaknya mendukung upaya Rektor UI dengan membersihkan kampus dari pemikiran dan tindakan yang berpotensi menjadi lahan subur gerakan radikalisme di kampus UI. Pasalnya, sebagai Universitasitas yang menyandang simbol negara Indonesia.

“Hendaknya UI menjadi pioner dan garda terdepan dalam melakukan gerakan melawan radikalisme dan terorisme di Indonesia dengan program nyata dan konkret. Kita berharap UI mampu menekan dan menjadi motor penggerak untuk mematikan sel-sel tidur teroris dan radikalis. Ini juga arahan Menristek Dikti,”paparnya.

Forum Alumni PMII UI mendukung penuh upaya UI untuk tampil terdepan dalam pemberantasan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Rektor UI mengoptimalkan keterlibatan alumni UI baik yang formal (Iluni UI) dan informal dalam upaya program penanganan radikalisme di kampus.

Selain itu, pengawasan dan penertiban sejumlah civitas akademika (mahasiswa, dosen, alumni dll) yang terlibat dalam aksi-aksi intoleransi dengan menggunakan atribut dan simbol UI. Sebelumnya, di hutan kampus UI Depok dijadikan sebagai latihan kelompok perang radikal. Bahkan, sejumlah amunisi ditemukan pihak kepolisian. (*)

 

You may also read!

Berangkat Haji, Wakil Walikota Depok: Saya Ingin Fokus Ibadah

DEPOK – Lebih dari satu bulan, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna akan cuti dari pekerjaannya di Balaikota Depok. Karena

Read More...

Analis Sebut Ganjil-Genap Bagus

DEPOK – Ganjil-genap di Jalan Margonda Raya saat sabtu dan minggu, dianggap sangat tepat. Adanya penerapan sistem tersebut akan

Read More...

Siluet Presiden Bertebaran di Kampung Lio Depok

DEPOK – Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mungkin itu pesan yang disampaikan warga Kampung Limo, via gambar siluet. Menyambut hari

Read More...

Mobile Sliding Menu