Hari Pertama Salat Tarawih, Masjid Agung Al-Muhajirin Kota Depok Ramai Jamaah

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KHUSYUK : Sejumlah umat muslim saat menjalankan ibadah salat tarawih malam pertama di Masjid Balaikota Depok, Jalan Margonda Raya, Rabu (16/5) malam.

DEPOK Berdasarkan penetapan 1 Ramadan 1439 H yang jatuh pada Kamis (17/5) oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin  beberapa waktu lalu, umat Islam  se-Indonesia pun memulai salat tarawih pertama pada Rabu (16/5) malam, di masjid sekitar lingkungannya masing-masing. Demikian juga umat Islam di Kota Depok.

Salah satu masjid yang menggelar salat tarawih berjamaah adalah Masjid Agung Al Muhajirin yang berlokasi di Jl. Nusantara, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas. Masjid ini melaksanakan salat tarawih sebanyak delapan rakaat, diikuti tausiyah singkat sebelum dilanjutkan dengan tiga rakaat salat witir.

Di malam pertama Bulan Ramadan 1439 Hijriah, ratusan jamaah telihat memenuhi masjid tersebut. Baik di area jamaah laki-laki dan perempuan dengan jamaah anak-anak yang mendominasi jumlah jamaah.

Penjaga Masjid Agung Al-Muhajirin, Ishaq (65) menerangkan, jamaah salat tarawih memang selalu ramai di dua pekan pertama saat Bulan Ramadan dan pekan terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Jamaah berasal dari warga yang tinggal sekitar sini. Paling banyak dari belakang Pasar Depok Jaya,” ungkap Ishaq kepada Radar depok sembari menengguk air mineral kemasan yang telah disediakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk jamaah salat.

Berbeda dengan di Masjid Agung Al-Muhajirin, pelaksanaan salat tarawih di Masjid Baitul Kamal yang berlokasi area Balaikota Kota Depok, justru sepi jamaah. Salat tarawih yang dilakukan dengan 23 rakaat ini, bahkan tidak sampai 2 baris.

Menurut penjaga Masjid Agung Balaikota, Rojali (52), sepi jamaah tersebut akibat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasanya menjadi jamaah masjid untuk salat di jam kerja, memilih untuk pulang dan melaksanakan salat tarawih di masjid dekat rumahnya masing-masing.

“Jadi jamaahnya paling dari orang yang lewat, orang yang kerja disekitar kantor pemkot atau staf Pemkot yang lembur,” kata Rojali. (mg2)

You may also read!

Dorong Raperda LGBT

DEPOK – Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Depok mendukung pembuatan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender

Read More...

Mural Obat Jenuh Macet Juanda Depok

DEPOK – Dengan diadakannya perhelatan Depok Mural Competition (DMC) yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kota

Read More...

Ikadi Depok Bekali Kader DKM di UI

DEPOK – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Depok menggelar pelatihan khatib Jumat untuk membekali 102 kader Dewan Kemakmuran Masjid

Read More...

Mobile Sliding Menu