Empat Tewas, Satu Buron dalam Penyerangan Polda Riau

In Utama
IST/JAWA POS GRUP RADARDEPOK
PASCASERANGAN: Sasana Mapolda Riau setelah mendapat serangan terduga teroris.

JAKARTA  – Polda Riau telah melakukan identifikasi terhadap empat jasad terduga teroris yang tewas pada peristiwa penyerangan Mapolda Riau, Rabu (16/5). Keempat terduga teroris tersebut merupakan warga Kabupaten Dumai, Provinsi Riau.

Mereka adalah Mur Salim (48) warga Jalan Raya Dumai Sei Pakning, Adi Sugiyanto (26), warga Jalan Kelurahan Bantrem, Dumai Timur, Dumai. Kemudian Suwardi (29), Kelurahan Gaung, Sungai Sembilan, dan Pogang (45), warga Kelurahan Bukit Rumah.

“SU di depan SKCK. MS dan AS berada di pintu luar. Sedangkan SU di depan pintu utama (lobi). Untuk saat ini, keempat pelaku masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau,” ungkap Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto, Rabu (16/5) petang.

Sementara itu, seorang pelaku yang diduga sebagai sopir dari mobil Avanza warna putih yang ditumpangi komplotan terduga teroris masih dalam pengejaran. Sementara itu, polisi belum dapat memastikan jumlah terduga teroris itu. “Belum bisa dipastikan berapa orang di dalam mobil. Sementara masih dikejar. Yang satu lagi masih dalam penyelidikan,” tandasnya.

Polda Riau telah melakukan sterilisasi di empat lokasi penyerangan komplotan terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau, pada Rabu (16/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah barang bukti telah diamankan. Sunarto, menyebutkan barang bukti yang diamankan seperti senjata tajam, dan perlengkapan pengamanan para pelaku. “Barbuk yang diamankan, TKP satu depan SKCK Polda Riau berupa satu rangkaian hitam kabel, sangkur bertuliskan maryam, samurai,” ungkap Narto, pada Rabu petang.

Kemudian ada satu gulung bendera hitam, sebo loreng, pelana, satu pisau lipat, satu pelindung lutut, sepasang sepatu hitam, ikat kepala hitam dan sepasang kaos kaki. “Barang bukti ini diamankan dari satu terduga teroris yang tewas di TKP pertama, depan SKCK dengan inisial SU,” jelasnya.

Sementara di lokasi kedua di depan lobi diamankan barang bukti berupa samurai, sebo loreng, sepatu hitam, kaos kaki loreng. “Ini dari terduga inisal PG,” terangnya. Kemudian di lokasi penyerangan ketiga di pintu luar, ditemukan barang bukti berupa sepasang sepatu, samurai, sebo, satu ikat kepala. “Ini dari MS dan AS,” sebutnya.

Polda Riau juga sudah memeriksa kendaraan jenis Avanza warna putih dengan nopol BM 1192 RQ yang digunakan oleh komplotan tersebut. “Hasilnya ditemukan barang bukti berupa jaket biru, jaket biru Dongker, jaket hitam, kabel warna merah, dua buah sebo, satu dompet loreng Rp170 ribu, kunci, STNK Syahrul mukmi, jam tangan, papan nama Oktarina Rumana, SIM card, sarung tangan hitam, sepatu Nike, dan sepatu kanan Adidas,” rincinya.

Selain itu juga ada secarik kertas di tubuh salah satu pelaku.”Surat ada di tubuh pelaku di TKP pertama, tulisan Arab. Ditulis tangan. Kertasnya sama penyidik,” tandasnya.

Sementara itu, Isak Tangis mewarnai pemakaman Iptu H Auzar yang gugur dalam insiden penyerangan kantor Mapolda Riau, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (16/5). Almarhum yang diberikan pangkat Iptu luar biasa Anumerta tersebut dimakamkan di TPU Mayang Sari, Simpang BPG, tak jauh dari rumah duka. “Tidak menyangka paman bisa pergi begitu cepat, dengan cara meninggal seperti ini,” ujar Nanda, salah satu keponakan Iptu luar biasa Anumerta, pada Rabu sore.

Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang yang turut hadir di rumah duka, bahkan sempat mencium kening almarhum. Terlihat dari mata Kapolda Riau, berkaca-kaca saat melihat jenazahnya. Pelepasan jenazah sesuai dengan upacara kedinasan ini dilakukan di rumah duka yang berada di daerah Jalan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, sekitar pukul 16.00 WIB sore. Upacara pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol HE Permadi. HE Permadi meminta kepada peserta upacara untuk memanjatkan doa bersama.

Selain itu diharapkan agar keluarga almarhum bisa menerima musibah ini dengan tawakal dan ikhlas. Setelah upacara pelepasan ini, jenazah langsung dibawa oleh mobil jenazah ke Mesjid Alhamdulillah untuk di salatkan. Pemakaman Iptu Auzar juga langsung dihadiri oleh Wakapolri, Komjen Pol Syafrudin. Kedatangan jenderal bintang tiga itu untuk mengucapkan rasa bela sungkawa kepada keluarga. Selain itu, Wakapolri juga menyatakan bahwa ia sangat dekat dengan sosok Iptu Auzar.

“Selama 25 tahun dengan bersangkutan mulai kopral dua, saya kapten. Ini kantor saya,” jelasnya.

Sebelum meninggal, Iptu Auzar bahkan sering pulang balik dari Jakarta-Pekanabaru. Tujuannya untuk mengurus anak dan cucu dari Wakapolri itu. “Tinggal sama saya dan sampai detik ini almarhum bolak-balik dari Jakarta mengurusi anak dan cucu saya,” tuturnya.

Selain Iptu Auzar yang bertugas di pelayanan SIM Ditlantas Polda Riau, penghargaan juga diberikan kepada personel lain yang ikut mengamankan para terduga teroris tersebut. “Reward, semua naik pangkat termasuk Kompol (Farid Abdullah, yang mengalami luka bacok di bagian belakang kepala) termasuk yang menembak,” pungkasnya. (ica/JPC)

You may also read!

Mediasi Aruba Gagal

DEPOK – Kisruh di perumahan Aruba Residence di Jalan Pemuda Pancoranmas, antara warga dan pengembang hingga saat ini masih

Read More...

Ribuan Santri Depok Long March Lima Kilometer

DEPOK – Ribuan santri Kota Depok mengikuti kirab santri dan melakukan long march sejauh lima kilometer, di Jalan Raya

Read More...

Walikota Depok Ajak Warga Sayangi Jantung

DEPOK – Salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia ialah jantung, yang menjadi pusatnya kehidupan. Untuk itu, Wali Kota

Read More...

Mobile Sliding Menu