Dilarang Main Sinetron, Demiz Sebut KPI Lebay

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SOSIALISASI : Cagub Jabar, Dedy Mizwar saat memberikan sambutan dalam sosialisasi yang digelar di Kediaman Siti Zubaedah, Jalan Bambon Raya No 3A RT01/01 Kelurahan Beji Timur, Beji.

DEPOK Larangan bermain sinetron dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dinilai Calon Gubernur Jawa Barat (Cagub), Deddy Mizwar bentuk kezaliman dan terlalu lebay (berlebihan) dalam menyikapi persoalan tersebut.

Untuk itu, pria yang akrab disapa Demiz ini memberi somasi KPI dan secara hukum akan digugat. Sebab, tidak ada urusannya melarang orang main sinetron.

“Seperti di masjid kan dilarang orang tak boleh kampanye, di pesantren dan lembaga pendidikan tidak boleh kampanye, tapi kan bukan berarti kami tidak boleh datang ke sana,” kata Demiz saat sosialisasi ke Kota Depok.

Ia menjelaskan, setiap calon kepala daerah boleh saja main sinetron. Namun. jangan ada unsur kampanye di dalamnya. Ia menilai langkah KPI terlalu lebai, tendensius dan ada unsur keberpihakan. Karenannya, ia tidak bisa diam melihat kezholiman.

Dirinya, sambung Demiz, melawan bukan kalah atau menang. Tapi, hal tersebut harus melawan. Ia mempertanyakan, dalam sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) ada unsur dakwahnya. Demiz pun mempertanyakan, kenapa umat Islam tidak boleh berdakwah.

“Kami umat Islam, tapi tidak boleh berdakwah di televisi. Juga profesi saya pun seorang aktor, tapi tidak boleh cari nafkah. Orang tidak boleh cari nafkah Zholim atau enggak. Orang Islam tidak boleh dakwah Islam di televisi Zholim atau enggak kira-kira. Suruh bubar aja negeri ini kalau orang Islam tidak boleh dakwah,” geramnya.

Atas langkah yang diambil KPI ini, banyak orang yang jadi korban padahal tidak tahu apa-apa, baik pemain maupun crew yang berhubungan langsung dengan dirinya.

“Mereka tidak bisa cari nafkah dan mendapat nafkah dari profesinya. Syiar Islam enggak boleh oleh KPI hanya saya calon kepala daerah. Somasi kami layangkan Senin kemarin,” katanya.

Sementra, Ketua Divisi Keamanan Internal Partai DPP Partai Demokrat, Rudi Kadarisman menilai popularitas dan elektabilitas kadernya yakni Deddy Mizwar terus meningkat, terlebih pasca debat kedua minggu lalu.

“Kami yakin Deddy Mizwar memiliki peluang besar untuk menang, beliau sangat elegan dalam debat kemarin dan jawabannya pun sangat meyakinkan masyarakat. Duet Demiz-Demul bagus saat debat dengan pengetahuan dan kapasitasnya,” kata Rudi.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan Demiz sengaja datang ke Depok dua hari untuk melakukan sosialisasi di empat titik wilayah Depok di antaranya, Pancoran Mas, Tapos, Beji dan Cimanggis.

“Kami bersyukur respon masyarakat luar biasa terhadap kedatangan Demiz. Pendekatan yang dilakukan Demiz ialah kekeluargaan. Tentu target kami menang di Depok, hal itu seiring dengan tingkat elektabilitas dan popularitasnya yang terus meningkat,” ucap Edi. (cky)

You may also read!

Polresta, Kejari, Mandek… Kejari Menunggu Pengembalian Berkas Korupsi

DEPOK – Sepertinya Polresta Depok bisa leluasa melengkapi berkas perkara korupsi Jalan Nangka, Kecamatan Tapos. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari)

Read More...

Gara-gara Naavagreen Nyamuk Saja Jatuh, Grand Opening Hari Ini

DEPOK – Kebutuhan perawatan kulit wajah dan tubuh, sudah menjadi perhatian penting bagi perempuan maupun laki-laki. Apalagi di zaman

Read More...

Soal Limbah Situ Rawa Kalong, Pemkot Depok Tunggu Hasil BBWSCC

DEPOK – Tercemarnya Situ Rawa Kalong di Kelurahan Curug,  Cimanggis sudah tak terbendung. Saat ini, Pemkot Depok tengah menunggu

Read More...

Mobile Sliding Menu