Bos First Travel Bacakan Pledoi

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG PLEDOI FIRST TRAVEL : Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Kota Depok, Rabu (16/5).

DEPOK – Terdakwa kasus penipuan jamaah umrah First Travel, Anniesa Hasibuan terus menangis menyesali perbuatannya. Perempuan yang selalu menggunakan kerudung hitam itu terus menunduk dihadapan majelis hakim saat persidangan dengan agenda pembacaan pledoi, di Gedung Pengadilan Negeri Kota Depok, kemarin (16/5).

Sambil menangis perempuan 32 tahun itu berusaha membacakan nota pembelaannya, Anissa mengaku menyesal atas kesalahannya dalam kasus dugaan penipuan terhadap ribuan jamaah umrah First Travel.

“Terimakasih atas waktu yang telah diberikan, saya sadar dan menyesal atas kesalahan yang saya lakukan. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan,” kata Annisa di muka persidangan, Rabu (16/5).

Sambil terbata-bata Anissa terus melanjutkan pembacaan nota pembelaannya. Menurutnya sejak berada di tahanan, keluarga dan ketiga anaknya kini terbengkalai. “Saya sekarang, tidak bisa nafkahi adik saya yang sudah menjadi anak yatim hingga mereka harus putus sekolah ditengah jalan demi membiayai kakaknya dipenjara. Sekarang mereka harus menafkahi diri sendiri. Saya menafkahi mereka sejak ayah meninggal,” ucapnya.

Selanjutnya, Anissa juga mengaku terus memikirkan ketiga anaknya yang masih kecil dan sangat membutuhkan perlindungannya. “Sejak saya dijebloskan ke penjara, saya masih punya bayi kecil berumur sembilan bulan dan harus dipisahkan. Terlebih lagi bayi ini telah saya dambakan belasan tahun,” paparnya.

Selain itu, Anissa menegaskan anaknya yang masih berusia dini tersebut, sudah lama tidak merasakan Asi. “Saya tidak bisa apa – apa,” lirihnya.

Namun Anissa mengaku, hingga kini ketiga anaknya tersebut menjadi penguat dirinya dalam menghadapi proses persidangan. “Mereka yg membuat saya bertahan dari caci maki, saya menyesal tidak ada ibu yang ingin seperti ini. Semoga yang mulia ingin pertimbangan putusan JPU. Karena saya harus mengasuh mereka terlebih lagi dengan adik-adik saya,” katanya.

Anniesa Hasibuan, sebelumnya telah dituntut Hakim JPU Kejari 20 Tahun Penjara.

Sementara Andika dalam nota pembelaan pribadinya menyatakan keberatan terhadap tuntutan JPU kepada dirinya yang dituduh dalam kasus penipuan ribuan jemaah Travel, yang tidak bisa berangkat Umrah.

“Majelis hakim yang kami muliakan, pak JPU yang kami hormati bahwa berujung pada tuntutan (JPU) kami merasa sangat keberatan dan kami merasa tidak adil selama persidangan. Semua yang dituduhkan kami tidak terima, kami rasa tidak ada yang salah dan tak berniat melakukan penipuan,” kata Andika di PN Depok.

Menurutnya, kurang lebih delapan tahun dirinya telah memberangkatkan jamaah umrah dengan bendera First Travel. Hingga saat ini, Kementerian Agama juga belum bisa memberikan langkah konkrit untuk kasus yang menyeretnya. “Satu hal penting tentang pemboikotan visa kami yang tidak pernah terungkap. Di sini kami lihat peran media sepihak semakin buruk keadaan dan memojokan kami,” terangnya.

Andika memberikan informasi, pada Selasa (15/5) dari sidang PKPU yang diselenggarakan di PTUN telah menghasilkan perdamaian. “Artinya adalah ada jalan, dan kesepakatan baru terhadap jamaah First Travel, yang ingin diberangkatkan telah menghasilkan perdamaian,” paparnya.

Andika berharap dengan nota pembelaan ini, menjadi sebuah pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam memutuskan hukuman terhadap dirinya. Seperti diketahui, Andika Surachman merupakan Direktur Utama First Travel, dirinya dituntut JPU Kejari Depok 20 Tahun Penjara. (rub)

You may also read!

Katar Sukamaju Depok Adakan Jalan Santai Diikuti Seluruh Warga, Jadi Agenda Tahunan

Untuk memperingati Hari kemerdekaan ke-73 RI, warga RW22, Kelurahan Sukamaju, membaut kegiatan jalan santai dan sepedah santai yang diikuti

Read More...

Jalan Santai Isi HUT RI di Depok

DEPOK – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia, warga RT08/10, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, menggelar kegiatan

Read More...

Brigif 17 Upacara Bareng Warga depok

DEPOK – Brigif Para Raider 17/1 Kostrad menggelar upacara kemerdekaan bersama ratusan masyarakat dan Muspika Kecamatan Cimanggis dan Polri.

Read More...

Mobile Sliding Menu