Ayoo Gemar Makan Ikan, Sebagai Wujud Hidup Sehat!

In Ruang Publik

oleh: Dilla Syamola, SKM*)

Melihat derajat kesehatan masyarakat terutama di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lainnya. Kekayaan sumber daya yang tidak terbatas ternyata belum mampu membawa masyarakatnya kepada angka kesehatan yang baik. Kesehatan masyarakat Indonesia masih sangat tergolong rendah dibandingkan dengan negara lainnya.

Rendahnya derajat kesehatan masyarakat Indonesia akan berdampak buruk pada kecerdasan intelektual seseorang. Hal ini dapat dipicu karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi yang berakibat pada masalah malnutrisi.  Kekurangan gizi dapat mempengaruhi siklus kehidupan manusia yang mengakibatkan terganggunya perkembangan otak.

Apabila masa emas tersebut tidak dapat dijaga, maka akan mengakibatkan terjadinya loss generation. Keadaan seperti ini akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena pengeluaran biaya untuk kesehatan akan semakin tinggi. Tidak hanya itu, generasi emas bangsa tidak akan tercapai dengan maksimal.

Indonesia sungguh kaya akan bentangan alam yang begitu luas, siap memberikan manfaatnya untuk mengatasi masalah yang kita hadapi saat ini. Berdasarkan kajian, potensi sumber daya ikan nasional mencapai 65 juta ton/tahun dengan rincian perikanan tangkap sebesar 7,4 juta ton/tahun dan budidaya sebesar 57,6 juta ton/tahun. Atas anugerah yang sangat besar ini bangsa Indonesia dapat memanfaatkan kekayaan alam tersebut sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta pendukung terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional. Selain itu tentu banyak sumber protein hewani yang akan didapat dari berbagai jenis ikan yang terdapat di perairan. Ikan merupakan sumber protein yang sangat kaya untuk kesehatan dan mampu mencerdaskan anak bangsa.

Beberapa pekan lalu isu mengenai ikan kaleng yang mengandung cacing sering terdengar. Sebagai konsumen, dituntut untuk lebih bijak dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Serta peran pemerintah sangat penting untuk melakukan pengawasan kepada produsen terkait. Mendengar isu tersebut hendaknya tidak menurunkan konsumsi ikan di Indonesia yang sudah tergolong rendah.

Rendahnya konsumsi protein tersebut berpotensi menghambat upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Indonesia. Jika melihat absorbsi protein bersumber dari ikan, ternyata ikan memiliki absorbsi lebih tinggi dibandingkan dengan produk hewani lainnya yaitu sumbangan protein ikan terhadap total protein hewani mencapai 57.1%.

Tingginya sumber protein yang kita dapatkan dari mengkonsumsi ikan, hal ini dapat menjadi salah satu solusi utama bagi permasalahan gizi di Indonesia. Banyak kandungan gizi pada ikan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan meningkatkan kecerdasan. Ikan mengandung protein, karbohidrat, vitamin, mineral, asam lemak omega yang sangat bermanfaat untuk tubuh manusia. Kandungan asam amino dan omega 3, 6, 9 nya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bahan pangan sumber protein yang lainnya.

Manfaat mengkonsumsi ikan bagi tubuh manusia, diantaranya:
Membantu Pertumbuhan Otak dan Tulang Anak
Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Membiasakan mengkonsumsi ikan dapat membantu dalam diet sehat dengan tinggi protein dan rendah lemak. Setiap minggunya, konsumsi ikan dianjurkan sebanyak 2/3 kali. Banyak nilai gizi yang terdapat pada ikan seperti protein, mineral dan vitamin. Jika mengkonsumsi ikan secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah. Oleh sebab itu risiko terhadap penyakit jantung dan stroke dapat dihindarkan.
Mengurangi Risiko Penurunan Daya Ingat (Penyakit Alzheimer)

Alzheimer merupakan penyakit dengan penurunan daya ingat dan kemampuan untuk berfikir dan berbicara. Untuk mengatasi masalah penyakit tersebut dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi ikan yang dipanggang. Hal ni dapat dipercaya mampu membuat volume otak dan sel otak menjadi lebih besar yang dapat membantu dalam meningkatkan ingatan serta mampu menurunkan risiko penyakit alzheimer.

Selain manfaat yang disampaikan di atas, ikan sangat berfungsi dalam mencerdaskan anak bangsa, peran  ikan yang essential yaitu saat 1000 hari pertama kehidupan. Pada masa 270 hari masa kehamilan, saat ibu hamil membutuhkan yodium dan Ze, kemudian saat bayi menjelang umur satu tahun, daging ikan akan lebih mudah dicerna. Pada umur 1 tahun sampai 2 tahun, anak-anak membutuhkan omega 3 dan DHA untuk pembentukan otak. Melihat keseluruhan siklus 1000 kehidupan pertama jika dijalankan dengan baik, maka tujuan untuk mencapai kecerdasan otak akan tercapai.

Membahas masmengenai asupan gizi dan anak-anak, hal ini mutlak diperlukan untuk memelihara, menjaga kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan.  Indonesia sebagai negara berkembang mengalami masalah seperti kurang energi protein (KEP),  masalah gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) dan masalah kurangnya vitamin.  Selain itu, asupan gizi yang cukup dapat menghindari anak-anak dari risiko stunting (keadaan tubuh yang sangat pendek karena kekurangan makanan yang bergizi. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita.

Oleh sebab itu, pentingnya masyarakat Indonesia dalam membiasakan diri untuk mengkonsumsi ikan agar pertumbuhan badan tidak terganggu dan otak dapat bekerja dengan baik. Jika tubuh sehat maka masyarakat Indonesia akan mampu bersaing secara global bersama negara lainnya, dan  dapat menciptakan masyarakat yang berkualitas. (*)

*)Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Indonesia

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu