Ayo, Bantu yang Sakit agar Cepat Sembuh dengan Lakukan Ini!

In Ruang Publik
FOTO: Ns. Dwi Jayanti, SKep

Oleh: Ns. Dwi Jayanti, SKep*)

Sehat itu mahal harganya, mungkin kalimat itu memang sangatlah tepat. Ketika sakit, Anda akan merasa enggan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dikarenakan kondisi tubuh yang tidak mendukung. Sembuh cepat dari penyakit sangat penting agar tenaga Anda tidak terkuras dan bisa kembali melakukan aktivitas. Bukan hanya obat, tidur ternyata juga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan seseorang ketika sakit. Pada saat sakit, tubuh akan serasa sangat lemah. Padahal pada kondisi seperti ini, tubuh bekerja lebih keras untuk melawan infeksi dan mengatasi demam, sehingga energi yang dibutuhkan pun jauh lebih banyak. Lalu, bagaimana apabila sakit hingga dirawat di rumah sakit? sebagai keluarga atau kerabat dekat, apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka yang sakit agar cepat sembuh, cepat pulang dan kembali berkumpul bersama?

Pentingnya tidur

Tidur merupakan kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar artinya kebutuhan yang apabila tidak terpenuhi maka fungsi dalam tubuh akan terganggu dan tubuh akan menjadi sakit.Tidur dipercaya sebagai suatu proses restoratif karena ketika tidur terjadi  pembentukan protein untuk proses perbaikan sel tubuh, energi diperbaharui  dan jaringan tubuh diregenerasi. Tubuh mengonversi energi, otot  menjadi rileks, hilangnya kontraksi otot sehingga energi kimia tersimpan untuk proses sel  dan terjadi penurunan laju metabolisme yang menyediakan energi bagi tubuh.energi yang tersimpan ini sangat penting untuk melawan penyakit. Tidur yang tidak adekuat dan kualitas tidur buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologis.

Selain itu, kurang tidur dikaitkan juga dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan meningkatkan risiko obesitas. Dengan tidur yang cukup akan membantu tubuh untuk menjaga keseimbangan hormon yang membuat Anda merasa lapar (ghrelin) atau penuh (leptin). Sebagian orang beranggapan bahwa banyak tidur membuat gemuk, namun sebenarnya dengan tidur yang cukup justru membantu menstabilkan berat badan Anda. Mengapa demikian? Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, akan terjadi perubahan kadar hormon dalam tubuh. Kadar ghrelin akan naik sementara kadar leptin akan turun. Hal ini membuat Anda merasa lapar daripada ketika Anda memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.

Manfaat Cukup Tidur Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan

Cukup tidur juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja, karena dapat memicu pelepasan hormon pertumbuhan yang kemudian akan meningkatkan massa otot dan membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Tidur yang cukup dan berkualitas akan membantu Anda beraktivitas dengan baik sepanjang hari. Orang yang kurang tidur akan menjadi kurang produktif di tempat kerja dan sekolah. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas-tugas, memiliki waktu reaksi yang lebih lambat, dan membuat lebih banyak kesalahan. Tidur cukup juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki suasana hati atau emosi Anda, meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan daya ingat, dan memperbaiki kehidupan seksual Anda. Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh National Sleep Foundation, hingga 26% dari orang mengatakan bahwa kehidupan seks mereka cenderung menderita karena mereka terlalu lelah.

Beberapa orang yang terbiasa tidur hanya beberapa jam, tidak menyadari risiko kekurangan tidur. Bahkan dengan kualitas tidur yang rendah, mereka mungkin masih berpikir bahwa fungsi tubuhnya masih dalam keadaan dengan baik. Misalnya, pengemudi yang mengantuk mungkin merasa mampu mengemudi. Namun, studi menunjukkan bahwa kekurangan tidur merugikan kemampuan mengemudi Anda bahkan lebih buruk dari seseorang yang mabuk. Diperkirakan sekitar 100.000 kecelakaan mobil, dan sekitar 1.500 kematian setiap tahun disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk.

Lalu Berapa Lama Anda Harus Tidur?

Jumlah tidur yang Anda butuhkan setiap hari akan berubah selama hidup Anda. Bayi yang baru lahir membutuhkan tidur selama 16-18 jam sehari, sementara  anak-anak prasekolah membutuhkan tidur selama 11-12 jam sehari, anak usia sekolah membutuhkan sekitar 10 jam sehari, remaja membutuhkan 9-10 jam sehari, dan orang dewasa (termasuk orang tua) membutuhkan 7-8 jam sehari. Beberapa orang tidur siang sebagai cara untuk mengurangi rasa kantuk. Memang tidur siang dapat memberikan dorongan jangka pendek kewaspadaan dan kinerja, namun tidur siang tidak memberikan semua manfaat lain dari tidur di malam hari. Beberapa orang akan tidur lebih lama pada hari libur, dengan anggapan untuk mengganti jam tidur  di hari kerja. Meskipun ekstra tidur di hari libur dapat membantu Anda merasa lebih baik, itu bisa mengganggu ritme tubuh Anda.

Apakah Ada Perbedaannya, Tidur Dalam Keadaan Gelap atau Terang?

Beberapa dari Anda seringkali takut tidur dalam gelap. Namun sebenarnya tidur yang benar adalah dalam keadaan gelap. Mengapa bisa seperti itu ? Keadaan gelap akan mempermudah Anda untuk tidur karena mata tidak terganggu oleh hal lain di sekitar, sehingga pikiran Anda hanya terfokus untuk menutup mata dan tidur. Selain itu, keadaan gelap akan meningkatkan produksi melatonin. Melatonin adalah hormon yang dibuat oleh kelenjar pineal, yang membantu mengendalikan siklus tidur dan bangun Anda. Melatonin dalam jumlah sangat kecil ditemukan dalam makanan seperti daging, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Keadaan gelap akan merangsang terbentuknya hormon melatonin. Hormon ini diyakini dapat menghentikan atau memperlambat penyebaran kanker, membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat, atau memperlambat proses penuaan.

Apa itu prakti ritual tidur?

Setiap orang memiliki pratik ritual tidur atau kebiasaan yang dilakukan sebelum tidurnya masing-masing. Kebiasaan tidur ini bersifat personal karena setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda dari orang lain. Dengan kata lain, apabila ritual tersebut dilakukan oleh seseorang, belum tentu dapat memberikan efek yang sama pada orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa praktik ritual tidur membantu seseorang untuk memperoleh tidur yang berkualitas. Sehingga manfaat tidur yang telah disebutkan di atas dapat diperoleh dengan tepat.

Seseorang yang menjalani hospitalisasi atau dirawat di rumah sakit membutuhkan lebih banyak tidur untuk proses pemulihan fungsi tubuh dan penyembuhan penyakitnya. Selama menjalani hospitalisasi, kualitas tidur seseorang berubah.  Penelitian yang dilakukan tahun 2015, menunjukkan bahwa sebesar 77 % klien mengeluhkan kualitas tidur di rumah sakit lebih buruk dibandingkan di rumah. Penelitian ini juga  menemukan bahwa ada perbedaan signifikan antara kualitas tidur pasien di rumah dan di rumah sakit. Gangguan tidur yang banyak dilaporkan yaitu sering terbangun tengah malam, kualitas tidur memburuk, tidak merasa segar ketika bangun di pagi hari, dan durasi tidur memendek.

Kualitas tidur pasien memburuk selama di rumah sakit dipengaruhi beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi tidur pasien selama perawatan di rumah sakit yakni faktor fisiologis, psikologis, penggunaan medikasi, rutinitas tindakan perawat, lingkungan, dan terbatasnya praktik ritual tidur. Rumah sakit merupakan tempat di mana terjadi banyak tindakan baik antar sesama pasien, pasien dengan petugas kesehatan maupun antar petugas kesehatan. Rutinitas tindakan perawat dan penggunaan medikasi menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya kualitas tidur pasien yang dirawat di RS. Selama menjalani rawat inap, pasien menjadi tidak memiliki ritual tidur karena ketidakmampuannya beradaptasi terhadap perubahan lingkungan barunya. Faktor terbatasnya praktik ritual tidur ini perlu diperhatikan keluarga sebagai upaya untuk mencegah terjadinya gangguan tidur pasien.

Penting untuk mempertahankan praktik ritual tidur pasien selama menjalani rawat inap karena ritual tidur membantu pasien memperoleh tidur yang berkualitas. Lalu apa saja ritual tidur tersebut? Praktik ritual tidur antara lain mematikan lampu, mengganti baju, mencuci muka, melakukan relaksasi dan lain-lain dipercaya memberikan pengaruh yang baik terhadap pasien yang mengalami insomnia. Responden penelitian melaporkan penurunan keparahan insomnia, kelelahan dan rasa kantuk di siang hari. Penelitian lain juga menyebutkan kebiasaan lain dianggap sebagai ritual tidur seperti tidur di siang hari, menonton TV atau membaca ketika akan tidur, dan latihan fisik pada sore harinya. Praktik ritual tidur yang umum dilakukan pasien selama di rumah sakit yakni berdoa, mendengarkan musik dan membaca. Rutinitas umum lainnya yang biasa dilakukan adalah pergi ke toilet untuk buang air, menggosok gigi, mencuci muka, mandi, ngobrol, menonton televisi, menulis, melakukan aktivitas relaksasi, dan mendapatkan pijatan punggung. Penelitian menunjukan bahwa di rumah sakit ritual tidur pasien terganggu. Saat di rumah sakit seseorang tidak dapat melakukan rutinitas tersebut sebebas dan sesering di rumah dikarenakan harus beradaptasi pada lingkungan baru. Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa kualitas tidur pasien yang dirawat menurun dibandingkan di rumah.

Dari penjelasan di atas,  sudah sangatlah jelas manfaat tidur bagi seseorang yang sehat apalagi yang sedang sakit. Manusia itu unik, begitupun dengan praktik ritual tidur yang dimiliki setiap manusia. Sebagai kerabat atau keluarga dekat, hal yang dapat Anda lakukan selain senantiasa menemani mereka yang sakit adalah mendukung praktik ritual tidur yang biasa dilakukan. Hal yang pertama yang sebaiknya dilakukan adalah mengkaji praktik ritual tidur apa yang sesuai dan mampu membuat tidur lebih nyenyak? Setelah menenmukan ritual tidur, diskusikan dengan kerabat atau saudara Anda ritual tidur mana yang mungkin dan menjadi prioritas penting untuk dilakukan di rumah sakit? Anda dapat memodifikasi ruangan dengan tetap memperhatikan kepentingan orang yang juga dirawat di ruangan yang sama.

Contoh memofidikasi rungan yakni, menciptakan ruangan gelap dengan menutupi badan seseorang yang sakit menggunakan selimut yang tidak panas, mendekatkan segala kebutuhan untuk mencuci muka dan menyikat gigi tanpa harus membawa pasien yang lemah ke toilet,  menyediakan makanan ringan, dan lain sebagainya. Anda juga dapat meminta perawat ruangan untuk membantu Anda melakukan hal tersebut. Tapi yang paling penting dari semua adalah, kesehatan Anda. Tetap penuhilah kebutuhan tidur yang cukup agar Anda sehat dan dapat membuat orang di sekitar Anda terpacu untuk sehat.

*)Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Depok

 

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu