Akrab Bersama Pendiri Backpacker Ride Indonesia (2)

In Komunitas Depok, Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
Ikbal Muhammad Akbar pendiri Backpacker Ride Indonesia bersama para anggotanya berfoto saat melakukan perjalanan ke salah satu gunung di Indonesia.

Menjadi seorang cleanning service yang memiliki penghasilan seadanya, bukan menjadi halangan bagi Ikbal mengelilingi Indonesia. Meski hanya memiliki uang yang pas-pasan, Ikbal tetap memacu kuda besinya menuju destinasi yang telah ia rencanakan.

LAPORAN : NUR APRIDA SANI

Sambil tertawa kecil, Ikbal mengingat kejadian yang tak pernah ia lupakan sepanjang hidupnya, Rabu, 6 Juni 2012. Saat itu, ia memulai perjalanan pertamanya menggunakan sepeda motor Honda Vario satu-satunya yang ia miliki.

Saat itu hanya membawa uang Rp150 ribu, namun harus menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Depok menuju Garut. Dia sempat tidak mendapatkan izin dari kedua orang tuanya, untuk bepergian jauh tersebut.

“Orang tua bilang kenapa nggak ramai-ramai (turing). Dan berhubung saya orangnya teguh pada pendirian dan siap mental jadi saya nekat,” kata dia.

Alhasil, ia harus merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan di wilayah Jalur Nagreg. Ia sudah tidak memiliki uang sepeserpun di kantong maupun di dompetnya, kuda besinya pun sudah waktunya harus diberi asupan BBM.

“Akhirnya saya buat tulisan dikertas besar bertuliskan saya ingin pulang, tapi saya tidak punya uang untuk membeli bensin,” kata Ikbal mengingat kejadian tersebut.

Usahanya pun membuahkan hasil, pengendara yang melintas dan kebetulan membaca tulisan yang ia buat, memberikan sumbangan baik uang maupun makanan. “Saya bisa pulang ke Depok,” lanjutnya.

Ikbal menceritakan, uang yang ia bawa sebesar Rp150ribu tersebut, harus dibagi untuk keperluan lain seperti membayar pendakian Rp20ribu, biaya makan Rp30ribu, dan sisanya Rp 100ribu untuk membeli bensin yang hanya cukup untuk perjalanan datang.

Selain pengalaman kehabisan uang, ia pun menceritakan bagaimana ia merasakan tantangan saat dalam perjalanan mulai dari harus menahan lapar, kehujanan, hingga mengalami ketakutan saat melintasi daerah sepi dan gelap.

“Jadi kalau malam biasanya saya trobos aja, kalau pun berhenti saya berhenti di Pom Bensin untuk tidur itu pun hanya sejam dua jam dan tidak nyenyak karena takut motor ilang,” beber Ikbal.

Meski memliki banyak pengalaman pait, hal tersebut tidak lantas mengurungkan niatnya untuk terus berkeliling Indonesia secara sendiri menggunakan sepeda motornya.

“Saya selalu ingat pesan orangtua, saat pergi jauh harus punya mental dan tanggung jawab sendiri, apalagi bapak bilang saya harus mutusin apapun yang menurut saya itu baik. Jadi ingat kata-kata itu terus,” tutur Ikbal.

Kini Ikbal telah mengganti kuda besinya, dari Honda Vario menjadi Honda Sonic kurang lebih 2 tahun ke belakang. (bersambung)

You may also read!

Semarak Dukungan Wali Kota dan Bupati, Bagaimana Nasib Depok United?

  Oleh: Supartono JW*)   Klub-klub sepak bola khususnya di Indonesia tidak akan dapat maju dan berkembang bila stakeholder terkait di wilayah

Read More...

‘Nagabonar’ Diperiksa KPK Terkait Meikarta

PEMERIKSAAN : Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar penuhi panggilan penyidik KPK, Jumat (23/8).

Read More...

Ini 20 Orang yang Lolos Capim KPK, Ada yang dari Internal

ILUSTRASI   JAKARTA - Dari 20 nama yang lolos dari Panitia seleksi calon pimpinan komisi pemberantasan korupsi (Pansel

Read More...

Mobile Sliding Menu