Wenny: Jangan Kucilkan Pengguna Narkoba

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
TURUN GUNUNG: Anggota MPR RI, Wenny Haryanto foto dengan siswa SMK Bina Mandiri usai sosialisasi di Jalan Sulaiman, RT01/07 Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Sawangan.

DEPOK – Saat melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMK Bina Mandiri di Jalan Sulaiman, RT01/07 Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Sawangan. Anggota MPR RI, Wenny Haryanto meminta agar pengguna narkoba tidak dikucilkan.

“Sebaliknya. Justru harus dirangkul dan dibina, mereka harus direhabilitasi agar tidak lagi mengkonsumsi narkoba,” tutur Wenny kepada Radar Depok.

Kendati tujuannya untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Namun, ia menilai hal tersebut perlu diinformasikan kepada siswa dan masyarakat. Sebab, Depok sendiri juga menjadi sasaran para bandar narkoba.

Bahkan, berkaca dari kasus di 2017, di Kecamatan Cinere, tepatnya pada 11 April 2017 BNN melakukan penggerebekan salah satu rumah yang menjadi pabrik sabu. Kemudian, di akhir tahun 2017 juga ada rumah yang dijadikan pabrik ekstasi di wilayah Sukmajaya.

“Dalam sehari, industri narkoba rumahan itu mampu menghasilkan 10 ribu butir ekstasi kelas satu dengan harga jual Rp500 ribu per butir di tempat hiburan malam. Omzet bisnis haram ini bisa mencapai Rp150 miliar per bulan. Ini fakta-fakta yang menjadi bahan renungan dan antisipasi,” kata Wenny.

Karenannya, Politisi dari Fraksi Partai Golkar DPR RI meminta agar siswa yang hadir untuk menghindari narkoba. Bahkan, per periode tertentu pihak sekolahan dapat bekerjasama dengan BNN Kota Depok mengadakan tes urine.

Kemudian, ketika ada yang terkena narkoba, ia meminta agar tidak dikucilkan. Tetapi, bisa menyarankan mereka menyerahkan diri untuk minta kesembuhan ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWl).

IPWL merupakan langkah yang bukan hanya sekedar pemberantasan, tapi juga proses rehabilitasi pecandu yang bersinergi dengan instanti terkait seperti kepolisian dan kementerian kesehatan, IPWL dibentuk berdasarkan Keputusan Menkes RI No.18/Menkes/SK/VII/2012, dengan tujuan merangkul pengguna atau pecandu narkoba, sebagai proses rehabilitasi.

“Dengan melapor ke IPWL, maka pecandu narkoba bisa terhindar dari jeratan hukum. Nanti mereka diberikan kartu IPWL. Jadi, ketika ada razia salah seorang pengguna bisa menunjukan bahwa dirinya sedang dalam proses rehabilitasi. Di Depok ada Pusat Rehabilitasi, adanya di Puskesmas Sukmajaya, tidak dipungut biaya sama sekali,” ucap Wenny. (cky)

You may also read!

Disdukcapil Kota Depok Bakar 30 Ribu Blangko e-KTP Rusak

DEPOK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok memusnahkan 30 ribu blangko Elektronik KTP di Balaikota Depok,

Read More...

Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok, Disdagin Depok Operasi Pasar

DEPOK – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)

Read More...

NU Depok Serukan Perkuat Kebinekaan

DEPOK – Plt Ketua PC NU Kota Depok, Ahmad Solechan menyerukan ajakan untuk memperkuat kebinnekaan dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Read More...

Mobile Sliding Menu