Tokoh Perempuan Depok: Perempuan Jangan Cuma Memenuhi Kuota

In Politika
FOTO: Hj Nursi Arsirawati

DEPOK Memperingati Hari Kartini sudah di 2018, diharapkan menjadi momentum bagi perempuan. Masih banyak yang harus diperjuangkan bagi kaum hawa agar tidak sekedar untuk memenuhi kuota dalam struktur organisasi, baik di legislatif maupun eksekutif.

Hal tersebut disampaikan, Tokoh Perempuan Kota Depok, Hj Nursi Arsirawati usai mengikuti acara Karnaval dan Pawai Peringatan Hari Kartini di Yayasan Al-Jihad, Cilodong. Jumat (20/4).

Ketua Pembina Yayasan Al- Jihad ini menilai, sudah saatnya kaum perempuan tampil percaya diri dalam menduduki jabatan atau posisi strategis di masyarakat. Terlebih lagi, lanjutnya, bisa menjadi pemimpin dan penentu kebijakan.

“Saat ini sudah banyak perempuan yang sudah tampil di masyarakat. Namun, sudah saatnya tampil percaya diri untuk menjadi leader di posisi strategis dalam menentukan kebijakan Bangsa dan Negara,” kata Nursi Asirawati kepada Radar Depok.

Perempuan yang akrab disapa Uci ini mengungkapkan, jangan sampai perempuan hanya menjadi pelengkap pemenuhan kuota 30 persen persyaratan partai politik saja. Namun, lanjutnya, agar para perempuan memasuki dunia politik karena kualitas dan kemampuan diri yang mumpuni.

“Saat ini tahun politik dan ini terbuka lebar kesempatan untuk berkiprah dan mengabdikan diri pada masyarakat, Bangsa dan Negara. Bukan hanya politik saja, dunia usaha, ekonomi, sosial, budaya, akademisi, dan lainnya semakin terbuka lebar di tengah persaingan yang ketat,”terang Uci.

Untuk itu, Uci yang juga Dirut PT Satria Teknik Globalis berharap agar para perempuan memiliki keyakinan yang tinggi untuk berkiprah dan memberikan banyak manfaat bagi orang lain.

Tanpa meninggalkan kodrat sebagai perempuan, lanjutnya, mereka bisa terus mengukir prestasi dan berkarya. Dirinya juga berpesan dengan memasuki tahun politik ini tidak saja sebagai objek suara saja. Namun, juga bisa sebagai pengumpul suara politik.

“Kesempatan itu terbuka lebar, baik dalam karier dan berkiprah di masyarakat. Saatnya bagi perempuan menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin dan bisa menentukan kebijakan,” tandasnya. (cky)

 

You may also read!

Netizen Lambungkan Tagar #BubarkanBanser, Buntut Pembakaran Bendera Tauhid

JAKARTA – Video aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser di Garut yang viral di media sosial, menjadi pembicaraan hangat

Read More...

MUI: Kenapa Banser Akhir-akhir Ini Sering buat Masalah?

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang sejak kemarin viral di media sosial, telah memancing kecaman dari berbagai

Read More...

Viral Video Banser Bakar Kalimat Tauhid, “Ini Penodaan Agama”

JAKARTA – Viralnya video aksi membakar bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang diduga dilakukan belasan anggota Banser Garut dinilai

Read More...

Mobile Sliding Menu