Tantangan Kian Berat

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
TANTANGAN KIAN BERAT: 69 wisudawan-wisudawati STAI Madinatul Ilmi berfoto bersama Rektor dan Dosen usai proses Wisuda, Sabtu (14/4).

DEPOK – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatul Ilmi kembali menelurkan bibit-bibit unggul yang siap terjun di dunia kerja.

Sebanyak 69 wisudawan-wisudawati Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sabtu (14/4) mengikuti prosesi upacara wisuda.

Kepala STAI Madinatul Ilmi, Asep Kusnadi mengatakan, 69 mahasiswa yang diwisuda merupakan angkatan ke-IX, di mana 25 orang program reguler dan 44 orang program boarding.

“Alhamdulillah kami telah selesai melaksanakan prosesi wisuda tahun akademik 2017/2018, dan semuanya berlangsung sangat khidmat,” kata Asep kepada Radar Depok, ditemui di lokasi acara Gedung Semeru Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Sawangan.

Para wisudawan yang lulus akan mengahadapi tantangan dunia nyata yang semakin berat, terlebih dengan adanya perkembangan teknologi dan globalisasi.

Untuk itu, dibutuhkan kecermatan dan kepekaan mereka untuk menjawab tantangan tersebut.

“Jangan hanya mengandalkan ilmu semata, tapi tingkat ketakwaan kepada Allah SWT harus diprioritaskan diatas segalanya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Asep, dalam memberikan kontribusi kepada bangsa di dunia kerja, jangan hanya mengandalkan kekuatan fisik dan title.

“Ide-ide cemerlang yang dimiliki harus dikeluarkan agar terwujud sesuai dengan yang kita harapkan,” lanjutnya.

Asep berharap, sebagai generasi penerus bangsa, lulusan STAI Madinatul Ilmi harus mampu menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan memberikan kontribusi ilmu yang telah dimiliki.

“Setelah melewati Tridharma Perguruan Tinggi, mereka bisa mengamalkan ilmu yang didapat dan diterima di masyarakat,” tuturnya.

Menjelang tiga tahun masa jabatannya habis, Asep mengungkapkan akan meningkatkan status kampusnya bukan hanya menjadi Sekolah Tinggi, namun akan menjadi Institut. Sehingga dengan begitu dapat semakin bersaing dengan kampus-kampus lain.

“Di 2017 kami sudah memiliki satu prodi (program studi) baru yakni Perbankan Syariah. Insya Allah akan ditambah lagi tahun ini dan tahun-tahun kedepannya. Sehingga saat masa bakti saya habis, sudah jadi institut,” tandasnya. (cr3)

You may also read!

Suami di Depok Cekik Istri Hingga Tewas

DEPOK – Yerimia terbilang sadis terhadap istrinya Risma Sitinjak. Pria berusia 28 tahun itu mencekik Risma hingga tewas, di

Read More...

Luas Tanah Pasar Kemirimuka Depok SK Gubernur dan SHGB Beda

DEPOK – Ada fakta baru yang disajikan dalam pembacaan replik di sidang gugatan Derden Verzet, di Pengadilan Negeri (PN)

Read More...

Hewan Kurban Sehat Diberi Tanda Pin

DEPOK – Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Depok memeriksa hewan kurban di

Read More...

Mobile Sliding Menu