Prestasi TP PKK Mekarjaya Depok Juara di Jawa Barat

In Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
PENGHARGAAN: Ketua TP PKK Kelurahan Mekarjaya, Anis Ayu Wulandari (kanan) bersama Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan usai mendapatkan penghargaan Juara Pertama LBS tingkat Provinsi Jawa Barat.

Prestasi, tentu tidak datang begitu saja. Proses yang disertai dengan usaha gigih, tentunya akan menuai hasil yang baik, dan terkadang berbuah prestasi yang sangat membanggakan. Apalagi, proses yang perlu melibatkan khalayak banyak, tentu penyatuan visi dan misi adalah hal yang mutlak.

LAPORAN : Pebri Mulya

Bertahap, dari skala kecil, Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Mekarjaya untuk bisa mengukir prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Diawali dari Lomba PKK tingkat Kecamatan Sukmajaya, lalu melaju ke Lomba PKK Tingkat Kota Depok, dan menjadi juara pertama. Tidak berhenti disana, ukiran prestasi berlanjut ke Lomba PKK tingkat Provinsi Jawa Barat dengan menjadi juara pertama Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS).

Anis Ayu Wulandari yang menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Mekarjaya, tidak menyangka PKK yang dipimpinnya bisa menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, dirinya tidak terlalu berharap prestasi tersebut bisa diraih oleh timnya, mengingat lawan-lawannya adalah PKK terbaik dari kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat.

“Semua memang membutuhkan proses, dan ini adalah buah dari hasil tersebut. Proses adalah hal yang paling penting dalam meraih prestasi,” kata perempuan kelahiran 6 Januari 1983 tersebut.

Anis yang hampir dua tahun menjadi Ketua TP PKK Kelurahan Mekarjaya menuturkan, proses yang dijalaninya adalah dengan melancarkan berbagai program yang terintegrasi di kawasan RW 7 yang merupakan titik sentral pengembangan PKK.

Berbagai program dilancarkan untuk penyempurnaan TP PKK Kelurahan Merkarjaya dalam menjalani Lomba LBS. Pertama adalah Kampung Kreasi, yakni kampung yang penuh warna hasil dari kreatifitas dan inovasi warganya, dalam hal ini melibatkan warga yang menjadikan barang-barang bekas sebagai bahan dasarnya.

Lanjut lagi ada Kampung Geulis (Green Life Style), yang ini adalah kampung yang mendukung lingkungan yang asri. Agenda program yang berbasis lingkungan, yakni Maggot/Lalat Kalimantan, dan ini adalah hal yang unik, karena menggunakan larva serangga untuk penguraian sampah organik basah. Hasil dari itu, bisa dijadukan pupuk dan makanan ternak.

Bukan tentang lingkungan saja, tetapi juga tentang tanaman kesehatan, yakni ada Kampung Rempah dan Toga.

“Setiap rumah minimal ada tiga jenis tanaman rempah, dan lima jenis toga. Jadi, tidak hanya sekedar penghijauan saja, tetapi ada juga tanaman yang memang bermanfaat untuk kesehatan penghuni rumah dan sekitarnya,” ucap perempuan yang hobi membuat kue ini. (*)

You may also read!

Netizen Lambungkan Tagar #BubarkanBanser, Buntut Pembakaran Bendera Tauhid

JAKARTA – Video aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser di Garut yang viral di media sosial, menjadi pembicaraan hangat

Read More...

MUI: Kenapa Banser Akhir-akhir Ini Sering buat Masalah?

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang sejak kemarin viral di media sosial, telah memancing kecaman dari berbagai

Read More...

Viral Video Banser Bakar Kalimat Tauhid, “Ini Penodaan Agama”

JAKARTA – Viralnya video aksi membakar bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang diduga dilakukan belasan anggota Banser Garut dinilai

Read More...

Mobile Sliding Menu