PPATK Depok: First Travel Penuhi Unsur TPPU

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG LANJUTAN FIRST TRAVEL : Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan saat menjalani siding di Pengadilan Negeri Kota Depok.

DEPOK – Menyamarkan harta kekayaan dari hasil kejahatan yang dilakukan dengan mengalihkannya harta dalam bentuk barang seperti yang dilakukan ketiga petinggi First Travel, sudah termasuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memanggil Ketua Kelompok Advokasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Novian sebagai ahli dalam sidang lanjutan First Travel. Novian mengatakan, ada dua sikap pelaku pencucian uang, yakni dia mengetahui bahwa harta kekayaannya berasal dari tindak pidana dan ada keinginan untuk menyembunyikan hasil kejahatan itu untuk menyamarkan aliran dana perusahaan.

Selain itu lanjut Novian, ketiga bos First travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki melakukan kegiatan pencucian uang. Ia mengungkapkan bahwa pencucian uang yang dilakukan First Travel sudah memenuhi unsur, yakni terlihat dari penggunaan dana perusahaan dengan menggunakan nama orang lain.

“Mereka gunakan rekening perusahaan hanya sebagai kamuflase agar kegiatan terlihat sah. Padahal dia melakukan transaksi tarik tunai dan membelanjakan uang tersebut dengan menggunakan nama orang lain, itu disebutnya sebagai use of nominee atau menggunakan nama orang lain untuk melakukan aksi kejahatan,” ujarnya.

Tindakan yang sudah dilakukan tiga bos First Travel ini sudah masuk dalam kategori kejahatan dengan melakukan pencucian uang. Sebab uang yang mereka gunakan berasal dari rekening perusahaan dengan meminjam nama seseorang. “Mereka nggak mau ketahuan itu uang hasil kejahatan, sehingga dia meminjam nama seseorang,” kata Novian dalam kesaksiannya.

Novian menyebut modus pelaku menyamarkan harta hasil kejahatan banyak variasinya. Biasanya mereka menggunakan instrumen perbankan untuk menyembunyikan aset, seperti rekening perusahaan. Dana hasil kejahatan ditampung di rekening perusahaan, kemudian dialihkan ke rekening lain milik pelaku.

Novian mengatakan jika menggunakan rekening perusahaan, maka kecil kemungkinan pihak bank curiga karena dianggap sebagai aktivitas bisnis biasa. Sebaliknya, jika pelaku menggunakan rekening pribadi untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar dan intens, akan dicurigai pihak bank maupun PPATK. “Itu mencerminkan sikap batin pelaku agar uang tersebut seolah-olah berasal dari bisnis yang sah sehingga ia gunakan rekening perusahaan tersebut untuk menampung hasil penipuan,” kata Novian.

Selain itu, penyamaran harta kekayaan dari hasil kejahatan bisa dilakukan dengan mengalihkannya dalam bentuk barang. Novian mengatakan, selain membeli aset dengan nama pribadi, agar tidak mencurigakan, pembelian juga dilakulan atas nama orang lain. Jika pebisnis biasa membeli aset atau barang atas nama orang lain, maka akan sangat berisiko baginya. Namun tidak dengan pelaku yang berniat menyamarkan hasil kejahatannya.

Selain itu, ada pula modus dengan mencampur uang sah dengan uang hasil tindak pidana. Hal ini untuk menyamarkan agar pihak perbankan sulit menemukan harta hasil kejahatan. Bisa juga dengan menarik uang di rekening dengan jumlah tertentu dan melakukan transaksi secara tunai.

Dari kacamata TPPU, melakukan transaksi tunai akan memutus mata rantai transaksi di rekening. Tujuannya agar aktivitasnya sulit ditelusuri sehingga asal usul harta tidak ketahuan dari hasil kejahatan. Padahal, bagi pebisnis, penarikan tunai berisiko merugikannya. “Untuk pebisnis bukan hal yang favorit. Mending transfer. Kalo tarik tunai pencatatan bisnis akan sulit. Belum lagi risiko dicopet,” kata Novian.

Dalam dakwaan, JPU menyebut uang yang ditampung di rekening PT First Anugerah Karya Wisata dialirkan ke sejumlah rekening lain, termasuk rekening para terdakwa yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

Selain itu, tercatat beberapa pembayaran yang dikeluarkan rekening itu untuk kepentingan di luar umrah. Beberapa di antaranya yakni pembelian mobil, transfer untuk acara Hello Indonesia di London, hingga jalan-jalan keliling Eropa. (cr2)

 

 

You may also read!

Tolak, Ricuh, Rata Juga

DEPOK – Sempat dibatalkan pada 1 Oktober lalu. Akhirnya 10 rumah yang ada di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya berhasil diratakan.

Read More...

12 Lulus Seleksi, Dua Gugur

DEPOK – Pelaksanaan seleksi untuk tiga kepala dinas, mulai mengeliminir peserta. Dari 14 Aparatur Negeri Sipil (ASN), ada dua

Read More...

Walikota Depok Harap 2025 ODHA Tak Bertambah

DEPOK – Di peringatan Hari Aids Sedunia, yang jatuh pada 1 Desember lalu. Walikota Depok Mohammad Idris berharap 2025

Read More...

Mobile Sliding Menu