Ketua DPRD Kota Depok Dukung Penuh Penundaan Eksekusi Pasar Kemirimuka

In Politika
Dok Pemkot Depok
FOTO: Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo

DEPOK – Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mendukung penuh keputusan Walikota Depok, Mohammad Idris yang berupaya untuk penundaan eksekusi lahan Pasar Kemirimuka, Beji. Seharusnya, berdasarkan keputusan Pengadilan eksekusi dilaksanakan, Kamis (19/4).

“Saya mendukung dan apresiasi keputusan Pak Wali untuk menunda eksekusi Pasar Kemiri Muka,” ujar HTA kepada Radar Depok.

Menurutnya, banyak hal yang harus dilakukan, baik dari segi hukum maupun nasib ribuan pedagang yang telah puluhan tahun berdagang di Pasar Kemiri Muka. “Ini yang namanya kompak, antara legislatif dan eksekutif bersinergi untuk kepentingan masyarakat Depok,” jelasnya.

DPRD Depok pun telah melayangkan surat permohonan ke Pengadilan Negeri (PN) Depok, perihal penundaan eksekusi. Hal tersebut berdasarkan aspirasi pedagang kemirimuka, yang datang langsung menemui perwakilan rakyat di DPRD Depok.

“Kami mengajukan surat permohonan penundaan pelaksanaan eksekusi tersebut. Demi memenuhi hajat perekonomian pedagang, dan menjaga ketertiban serta keamanan di wilayah Kota Depok,” terang HTA.

Saat ini Pemkot Depok melalui Bagian Hukum Setda Kota Depok, sedang melakukan kajian ulang mengenai Pasar Kemiri Muka.  “Saya percaya Pemkot Depok dapat memberikan hasil keputusan terbaik bagi pedagang, yang notabene juga warga Depok,” tukas HTA.

Sebelumnya, Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan bahwa Pemkot Depok sejak awal telah menyampaikan keberatan atas rencana pelaksanaan eksekusi Pasar Kemiri Muka yang akan dilakukan PN Depok. Pernyataan keberatan ini juga sudah disampaikan kepada PN Depok.

Alasannya keberatan tersebut karena Putusan PN Bogor No: 36/pdt/G/2009/PN.Bgr jo Putusan pengadilan tinggi Bandung no: 256/pdt/2010/PT. Bdg jo Putusan MA no: 695 K/pdt/2011 jo putusan MA no: 476 PK/pdt/2013 adalah putusan yang non executable.

“Amar putusan angka 6 putusan PN Bogor tidak menyebutkan secara jelas mengenai obyek yang akan dieksekusi,” ungkap Wali.

Selanjutnya, status tanah Pasar Kemiri Muka sudah beralih menjadi tanah negara, karena HGB No.68/Kemiri Muka telah berakhir haknya pada tanggal 4 Oktober 2008.

“Di atas tanah Pasar Kemiri Muka telah berdiri bangunan yang dibiayai oleh APBD Kota Depok dan terinventarisasi sebagai aset milik Pemkot Depok, sehingga berdasarkan UU No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pihak manapun dilarang melakukan penyitaan,” tegasnya.

Penetapan Ketua PN Depok No. 04/Pen.Pdt/Del.Eks.Peng/2015/PN.Dpk yang akan melaksanakan eksekusi putusan Pengadilan sebagaimana dimaksud pada angka 1 adalah penetapan yang bertentangan dengan hukum, karena melebihi amar putusan.

“PN Depok telah melakukan penafsiran sendiri atas amar putusan karena secara hukum tidak dibenarkan PN Depok melakukan penafsiran kembali atas putusan yang akan dieksekusi,” tutup Idris. (cky)

You may also read!

Wakil Walikota Depok Rayakan HUT Republik Indonesia ke-73 di Tanah Suci

DEPOK –  Ada yang berbeda dari perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) bagi Pradi Supriatna. Biasanya saat merayakan HUT

Read More...

Pelaku Penculikan Bayi di Depok Terancam 15 Tahun Penjara

DEPOK – Jumiyanti pelaku penculikan bayi Aditya Hamizan Purnomo, di Jalan Flamboyan RT6/2, Sukmajaya, Jumat (27/4) lalu, seperti bakal

Read More...

Sumbang Lombok-Beri Penghargaan di HUT RI

DEPOK – Sang saka Merah Putih berkibar lapang di Balaikota, saat perayaan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI), Jumat (17/8).

Read More...

Mobile Sliding Menu