Kemendikbud Ulas Buku di SDIT Al Haraki di Depok

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
LITERASI: Siswa kelas I hingga III SDIT Al Haraki sedang mengulas buku bersama Kemendikbud di ruang perpustakaan sekolahnya, kemarin (18/4).

DEPOK – Kemarin (18/4), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan UNICEF mendatangai SDIT Al Haraki. Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan uji coba isi buku cerita berjenjang serial gemilang.

Staf Kurikulum Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Heriyanto mengatakan, buku cerita tersebut merupakan buku yang dibuat oleh UNICEF bekerjasama dengan Kemendikbud untuk anak-anak di Provinsi Papua.

“Isi buku ini dibuat dengan konteks lokal Papua, dari segi cerita, nama tokoh, semuanya tentang Papua. Dan buku ini juga sudah ada disana (Papua) untuk dipelajari anak-anak, karena disana termasuk daerah yang minim minat membacanya,” kata Heri kepada Radar Depok.

Heri menerangkan, di SDIT Al Haraki siswa yang menguji cobakan buku tersebut, adalah siswa kelas I sampai III. Siswa-siswa tersebut disuruh mengulas dan mengkritik buku tersebut tiap halaman dan pembahasannya.

“Kami menerangkan isi buku ceritanya ke anak-anak. Disela-sela cerita, mereka diberikan kesempatan untuk memberikan masukkan kepada kami, apakah buku ini bagus atau tidak, baik dari segi gambar dan penulisannya,” terangnya.

Isi buku cerita tersebut, lanjut Heri, lebih banyak berbentuk gambar daripada tulisan. Sebab, dalam Kurikulum 13 (K-13), anak-anak diharapkan dapat lebih cakap membaca gambar, ketimbang tulisan yang bisa dikatakan membosankan untuk mereka.

“Buku ini dibuat harus sesuai tema yang ada di K-13, supaya nyambung antara buku palajaran dengan buku cerita. Tanggapa mereka tentang buku ini akan kami terima untuk bahan evaluasi lalu dilaporkan ke UNICEF,” lanjutnya.

Heri berharap, dengan kritikan dan review yang di dapat dari siswa, kedepannya buku tersebut dapat diterima seluruh anak yang ada di wilayah-wilayah Indonesia, baik pedalaman hingga perkotaan.

“Untuk sekarang masih di Papua dulu, karena minimnya anak membaca disana, tapi kalau berhasil dan tanggapan anak-anak baik kami akan buat secara nasional,” tandasnya.

Dilokasi yang sama, Humas SDIT Al Haraki, Hidayat merespon baik kegiatan tersebut, karena sesuai dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang memang di sekolahnya tersebut melaksanakan program GLS tersebut.

“Kami selalu mendukung apa yang diprogramkan Kemendikbud, ini juga sebagai pembelajaran untuk siswa kami paling tidak mereka mendapat ilmu baru tentang buku tersebut,” pungkasnya. (cr3)

You may also read!

Netizen Lambungkan Tagar #BubarkanBanser, Buntut Pembakaran Bendera Tauhid

JAKARTA – Video aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser di Garut yang viral di media sosial, menjadi pembicaraan hangat

Read More...

MUI: Kenapa Banser Akhir-akhir Ini Sering buat Masalah?

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang sejak kemarin viral di media sosial, telah memancing kecaman dari berbagai

Read More...

Viral Video Banser Bakar Kalimat Tauhid, “Ini Penodaan Agama”

JAKARTA – Viralnya video aksi membakar bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang diduga dilakukan belasan anggota Banser Garut dinilai

Read More...

Mobile Sliding Menu