Jaksa Minta Restoran di Inggris Disita

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG LANJUTAN FIRST TRAVEL: Salah satu jamaah First Travel, Abdul Salam (kiri), memberikan keterangan kepada JPU saat sidang lanjutan kasus First Travel dengan agenda keterangan saksi meringankan dari ketiga terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (16/4).

DEPOK – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan permintaan kepada Majelis Hakim untuk menyita restoran bernama Nusa Dua di London, Inggris. Restoran itu diketahui sebelumnya bernama Golden Day.

Tetapi, setelah Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan tertarik berinvestasi di Golden Day, restoran itu berubah nama.

“Berdasarkan ketentuan Pasal 81 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, kami mintakan kepada majelis hakim untuk disita jadi barang bukti dalam perkara ini,” ujar Jaksa L Tambunan usai sidang lanjutan kasus First Travel di Pengadilan Negeri Depok, kemarin (16/4).

Menurut Tambunan, Usya Soemiarti Soeharjono selaku pengelola restoran itu telah memberikan kuasa kepada jaksa penuntut umum. Namun, Tambunan mengakui bahwa pihaknya harus menghormati aturan hukum yang berlaku di Inggris.

“Kami di sana itu tidak bisa melakukan penyitaan langsung, karena kan kepemilikannya berdasarkan hukum Inggris. Karena rezim hukumnya berbeda. Kita harus tunduk pada prosedur hukum acaranya negara Inggris,” ujar Tambunan.

Dengan demikian, jaksa penuntut umum terlebih dulu mengambil alih hak kegiatan berusaha restoran itu dari Usya. “Nah kami mengambil praktisnya saja. Pemilik yang atas namanya itu kami minta serahkan ke kita, jadi lebih sederhana kan,” kata dia.

Sebelummya Usya mengonfirmasi bahwa Andika dan Anniesa tertarik berinvestasi di restoran tersebut. Namun, harga awal yang ditawarkan dirasa sangat mahal yakni 500.000 poundsterling atau sekitar Rp10 miliar. Setelah ditawar, harga akhirnya menjadi 280.000 poundsterling atau sekitar Rp5,6 miliar. Setelah sepakat dengan harga, Andika mengirim uang deposit ke Usya sebesar 5.000 poundsterling atau sekitar Rp10 juta sebagai uang muka.

Uang ditransfer dalam beberapa kali cicilan hingga lunas pada 2015. Andika juga membayar uang tambahan untuk renovasi dan operasional sehingga total uang yang dikirim sekitar Rp12 miliar. “Dikirim dari rekening First Anugerah Wisata beberapa kali. Saya baru tahu kalau itu dari First Travel,” kata Usya di PN Depok.

Sementara itu, calon jamaah First Travel, Abdul Salam masih ingin berangkat umrah dari First Travel. Dalam kesaksiannya, Abdul masih punya keyakinan pihak First Travel bisa mengembalikan uang calon jemaah yang belum diberangkatkan.

Ia masih berharap bisa diberangkatkan bersama anak-anak dan cucu-cucunya. “Kalau saya tidak pernah minta refund karena niatnya memang mau umrah,” ujar Abdul dalam kesaksiannya.

Menurut Abdul, First Travel pernah berjanji memberangkatkan jemaah setelah melakukan kesepakatan dengan Kementerian Agama. Ia menyebutkan, perjanjian tersebut dilakukan First Travel dan Kemenag sekitar Agustus 2017.

Adapun jadwal keberangkatan yang dijanjikan periode November-Desember 2017. “Karena izin First Travel dicabut Kemenag sehingga tidak sempat diberangkatkan,” katanya.

Akan tetapi, kedua bos First Travel, yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, ditangkap polisi atas dugaan menggelapkan uang jemaah umrah. “Niatnya jemaah mau diberangkatkan, tetapi sudah ditangkap Bareskrim,” kata Abdul.

Hingga kini, Abdul tetap menyatakan harapannya agar dirinya serta sejumlah anak dan cucunya bisa beribadah umrah. “Jadi, saya mohon kepada First Travel, mohon kami diberangkatkan,” ujarnya kepada tiga bos First Travel yang duduk di kursi terdakwa. (cr2)

You may also read!

Ina 3 Tahun, Tajudin-Aulia 15 Bulan

BANDUNG – Akhirnya kasus rasuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong finish. Rabu (19/9), Agustina Tri

Read More...

Satpol PP Kota Depok Tertibkan 71 Pedagang Liar Jalan Mawar

DEPOK – Sedikitnya 71 pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar (Bangli), di belakang Pasar Depok Jaya dibongkar, kemarin.

Read More...

Petugas Kesehatan Se-Depok Dilatih Heat Plus

DEPOK – Petugas kesehatan di 35 Puskesmas se-Depok, dapat ilmu baru dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI). Ilmu

Read More...

Mobile Sliding Menu