Ini Geliat Yayasan Mata Air Indonesia Depok

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
TAMBAHAN: Suasana saat kegiatan Santriversitas yang diselenggarakan Yayasan Mata Air Indonesia di i kantor PCNU Kota Depok Kelurahan Kalimulya, Cilodong.

Yayasan Mata Air Indonesia bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Depok menyelenggarakan bimbingan belajar santriversitas kepada santri dan santriwati di kantor PCNU Kota Depok Kelurahan Kalimulya, Cilodong, untuk siswa SMA yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

LAPORAN: Ricky Juliansyah

Bagi seluruh pelajar di dunia dapat mengenyam pendidikan di universitas favorit atau PTN menjadi impian yang harus digapai dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh. Karenannya, mengikuti les tambahan atau pun bimbingan belajar menjadi tangga untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Seperti yang dilakukan Yayasan Mata Air Indonesia menyelenggarakan bimbingan belajar agar masuk PTN. Layaknya tinggal di Pesantren, para peserta dikarantina selama 21 hari untuk belajar, dibimbing agar lolos seleksi masuk PTN.

“Tidak hanya di Depok, kita serempak menyelenggarakan kegiatan serupa di 14 Kota/Kabupaten di enam Propinsi. Harapannya, dengan Santriversitas ini para peserta bisa lebih fokus dalam belajar dan tercapai keinginannya menembus PTN,”ujar Ketua Yayasan Mata Air Indonesia Ahmad Solechan.

Santriversitas merupakan program bimbingan ‘Super Camp’ dari 15 April hingga 5 Mei 2018 agar para siswa mendapatkan bimbingan untuk bisa lulus tes seleksi PTN, SBMPTN. Peserta program adalah para santri dan santriwati yang berada Depok dan sekitarnya.

Kegiatan berupa bimbingan bersubsidi, Konsultasi jurusan, Leadership and motivation training, pengembangan spiritual dan pemantapan akidah Aswaja, Tryout mingguan dengan sistem online.

“Para santri memiliki potensi dan kemampuan yang sama dengan pelajar lainnya. Bahkan, setelah masuk PTN kemampuannya sama dengan SMA bahkan bisa di atas rata-rata,”paparnya.

Manajer Santriversitas Kota Depok A. Muzani mengungkapkan, peserta yang ikut sebanyak 40 orang ini berdasarkan seleksi dan nilai raport serta dari dari Bekasi, Pesantren Ar-Rahmaniyah, Ar-Ridho dan lainnya.

“Peserta menginap di Kantor PCNU Depok dan yang rumahnya dekat bisa pulang pergi. Jadwal belajar mulai pagi dengan belajar bersama, bimbingan belajar siang 3 sesi dan 16 pertemuan dalam seminggu. Tentunya, pemateri juga ahli dalam bidangnya dan mumpuni. Baik dari lulusan, dosen UI, pejabat dan lainnya,” tandasnya. (*)

 

You may also read!

Netizen Lambungkan Tagar #BubarkanBanser, Buntut Pembakaran Bendera Tauhid

JAKARTA – Video aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser di Garut yang viral di media sosial, menjadi pembicaraan hangat

Read More...

MUI: Kenapa Banser Akhir-akhir Ini Sering buat Masalah?

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang sejak kemarin viral di media sosial, telah memancing kecaman dari berbagai

Read More...

Viral Video Banser Bakar Kalimat Tauhid, “Ini Penodaan Agama”

JAKARTA – Viralnya video aksi membakar bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang diduga dilakukan belasan anggota Banser Garut dinilai

Read More...

Mobile Sliding Menu