Facebook Bocor Tak Pengaruhi DPT Pilkada

In Utama

DEPOK – Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) akan segera menetapkan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jabar, yang rencananya akan diumumkan besok 20 April. Penetapan tersebut, bakal diawali penghitungan di tingkat kabupaten maupun kota, Kamis (19/4). Begitu pula dengan jumlah DPT di Kota Depok.

Berdasarkan hasil penetapan jumlah pemilih yang dilakukan oleh KPU Jabar, Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Kota Depok mencapai 1.157.560 pemilih. Kemudian, ada 3.302 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Kota Depok. Rencananya, KPU Kota Depok hari ini (19/4) akan menggelar rapat pleno penetapan DPT.

Terkait penetapan DPT ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjamin kebocoran data satu juta pengguna Facebook di Indonesia ke lembaga riset Inggris tidak akan berpengaruh pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Alasannya, tidak ada kaitan antara informasi tentang pengguna Facebook atau Facebooker dengan data kependudukan yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan DPT Pilkada Serentak 2018 di 171 daerah.

“Jadi tidak ada kaitan. Data kependudukan tetap aman. Apalagi enggak bakal ada orang yang bisa menggunakan e-KTP palsu untuk menggunakan hak pilih,” ujar Tjahjo, Rabu (18/4).

Mantan sekretaris jenderal PDI Perjuangan itu menegaskan, karakter masyarakat Indonesia punya kecenderungan saling memperhatikan pemilih di lingkungan masing-masing. Sangat jarang ada orang asing memilih di sebuah TPS.

“Kalau anda menggunakan KTP anda (untuk memilih, red) di luar kota, orang akan curiga warga mana. Makanya perlu menunjukkan e-KTP yang asli. Kemudian juga, enggak mungkin orang pakai KTP double untuk memilih,” katanya.

Sebelumnya, Facebook mengakui data sejuta Facebooker bocor ke lembaga riset Cambridge Analytica. Total di seluruh dunia ada data 87 juta Facebooker yang bocor ke lembaga penelitian asal Inggris itu. Yang terbesar adalah data pengguna Facebook di Amerika Serikat yang mencapai 70,6 juta user. Sedangkan Indonesia ada sejuta data Facebooker yang bocor ke pihak ketiga.

Terpisah, Komisioner Divisi Pemutakhiran Data Pemilih KPU Jabar, Ferdiman Bariguna mengatakan, pada dasarnya jumlah pemilih dari DPS dan DPT tidak akan jauh berbeda. Bahkan ia lebih berharap akan ada pengurangan untuk data DPS. Alasannya, jika jumlah pemilih di DPS berkurang saat penentuan DPT maka akurasi dari jumlah pemilih di Jabar meningkat dan kemungkinan besar tepat.

“Kalau di kabupaten/kota menetapkan by name by adress, kami tinggal merekap. Berubahlah, makin akurat dan mudah-mudahan berkurang ya (di DPS). Karena yang wafat, yang pindah dan yang ganda dicoretin,” ujar Ferdiman.

Jumlah pemilih di DPS se-Jawa Barat berjumlah sekitar 31,7 juta. Selain itu, lanjut Ferdiman, mereka yang tidak memiliki KTP Elektronik (KTP-el) dan tidak terdaftar di DPT tidak perlu khawatir tidak bisa memilih nanti saat pilkada serentak, yang paling penting adalah melakukan perekaman terlebih dahulu. “Yang belum perekaman dan belum memiliki suket, tidak didaftar di DPT. Bisa memilih kalau dikasih suket,” ujar Ferdiman.

Ferdiman mengatakan, perekaman di kecamatan akan krusial untuk memastikan pemilih adalah warga Jabar. Asalkan sudah mempunyai, minimal Suket dari Disdukcapil maka warga sudah bisa memilih. Untuk teknis perekaman sendiri, Ferdiman menyerahkan seluruhnya kepada Disdukcapil Jabar dan kabupaten/kota yang memiliki kewenangan melakukan perekaman. “Itu wewenang pemerintah untuk terbitkan suket,” ujar Ferdiman. (gir/jpnn/tbn)

You may also read!

Netizen Lambungkan Tagar #BubarkanBanser, Buntut Pembakaran Bendera Tauhid

JAKARTA – Video aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser di Garut yang viral di media sosial, menjadi pembicaraan hangat

Read More...

MUI: Kenapa Banser Akhir-akhir Ini Sering buat Masalah?

JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang sejak kemarin viral di media sosial, telah memancing kecaman dari berbagai

Read More...

Viral Video Banser Bakar Kalimat Tauhid, “Ini Penodaan Agama”

JAKARTA – Viralnya video aksi membakar bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang diduga dilakukan belasan anggota Banser Garut dinilai

Read More...

Mobile Sliding Menu