CWI Depok Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana BOS

In Metropolis
IRWAN /RADAR DEPOK
MENUJUKAN LAPORAN : DPP CWI menujukan laporan dari KPK terkait dugaan korupsi dana BOS di Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, kemarin.

DEPOK – Dewan Pimpinan Pusat Corruption Watch Independet (CWI), melaporkan adanya dugaan korupsi Biaya Operasional Sekolah (BOS) Depok, ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Laporan itu khususnya dana BOS untuk buku di setiap sekolah dasar (SD).

“Kami sudah laporkan ke KPK pada 12 April lalu,” kata Ketua DPP CWI, Elfatir LIngtang, kepada Radar Depok, Minggu, (15/4).

Alasan melaporkan dana BOS untuk buku dasar SDN di seluruh Depok pada tahun ajaran 2015-2017, karena ada laporan dan aduan dari masyarakat atau orang tua murid yang membayar buku tersebut.

Semestinya, kata dia, buku pelajaran untuk anak SDN gratis bagi siswa-siswi. Karena anggaran pengadaan buku telah diatur  di dalam anggaran dana  BOS. Malah mirisnya lagi, para siswa harus memfoto copy buku tersebut. “Di lapangan nyatanya wali murid harus membayar dengan harga fariasi dari harga termudah Rp20.000 sampai Rp47.000,” sebut dia geram.

Menurut dia, pelaporan ini sudah banyak bukti. Semua itu sudah diserahkan ke KPK. Namun, dalam hal ini dia menyerahkan semua kepada KPK. “Kami akan mengawal laporan ini. Info dari KPK akan menindak lanjutkan masalah ini. Kita tunggu saja,” kata dia.

Wakil Sekretaris CWI, R. Bambang. SS berharap, KPK segera  melakukan tindak hukum sesuai kewenanganya. Sebab, adanya indikasi penyimpangan anggaran pengadaan buku anggaran dan BOS.

“Ini kan uang negara yang harus dinikmati semua masyarakat khususnya bagi anak sekolah, negara kita telah mengucurkan dana pendidikan sebesar Rp 420 triliun dari APBN. Ini kita harus kawal dana itu lebih besar dari dana anggaran TNI,” kata dia.

Menurut Bambang, dugaan penyimpangan dana  BOS ini Kepala Dinas Pendidikan harus bertangungjawab atas hukum. Total dana BOS diduga yang dislewengkan diperkirakan Rp4 miliar. Itu kata dia, dihitung dari jumlah siswa-siswi SDN di Depok sebanyak 128 ribu.

“Rp 4 miliar ini tentu dihitung dari satu tahun jika persiswa dihitung Rp200 ribu,” kata dia.

Sebenarnya, dana BOS ini untuk alokasi buku paket sebesar 20 persen. “CWI dan ormas lainya mengawal kasus ini sampai tuntas, jadi CWI tak berdiri sendiri. itu perlu diingatkan,” kata dia.(irw)

You may also read!

Gerai Salon Cantik Hadir di Depok, Harga Promo Creambath Rp49 Ribu

DEPOK – Gerai Salon Cantik Depok yang beralamat di Jalan Margonda Raya, Kemirimuka  (Seberang Hotel Bumi Wiyata) Depok, hadir

Read More...

Harkopnas ke-71, Reformasi Koperasi

DEPOK – Guna meningkatkan kualitas, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen untuk membantu melakukan reformasi total terhadap koperasi yang ada di

Read More...

Syafana Depok Rambah Penjualan Online

DEPOK – Syafana Fashion and Craft, anggota dari Usaha Kecil Menengah Pertanian (UKMP) Kota Depok kian mengembangkan sayapnya. Tak

Read More...

Mobile Sliding Menu