Bos First Travel Hadirkan Saksi

In Utama

DEPOK – Pada sidang lanjutan kasus First Travel yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (16/4), mengagendakan mendengarkan keterangan saksi yang diajukan dan dihadirkan kuasa hukum para terdakwa, tiga bos First Travel.

Tiga terdakwa adalah pasangan suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, serta Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki. Kuasa Hukum terdakwa, Wawan Ardianto mengatakan, pada sidang lanjutan kasus First Travel akan menghadirkan saksi dari pihaknya.

“Satu saksi saja dari kami di sidang besok (hari ini, Red),” ungkap Wawan, Minggu (15/4).

Ketika ditanya apakah saksi yang bakal hadir adalah saksi yang di sidang sebelumnya tidak datang, Wawan enggan menjelaskan lebih jauh. Dalam sidang sebelumnya, Rabu (11/4), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kuasa hukum terdakwa sama-sama mengajukan dan menghadirkan saksi-saksi mereka.

Untuk tiga saksi yang diajukan dan coba dihadirkan kuasa hukum terdakwa, ketiganya merupakan paguyuban jamaah First Travel. Dari tiga orang itu, hanya satu saksi yang hadir sementara dua saksi lainnya tidak hadir.

Sementara anggota tim JPU dalam kasus ini, Sufari menyatakan dalam sidang lanjutan First Travel, Senin (16/4), kuasa hukum mengajukan akan menghadirkan tiga saksi. “Agendanya sidang besok mendengarkan keterangan saksi dari kuasa hukum terdakwa. Ada tiga saksi dari kuasa hukum terdakwa yang dijadwalkan memberi keterangan,” ucap Sufari.

Namun kata Sufari, pihaknya belum mendapat konfirmasi, berapa saksi yang hadir dari tiga saksi yang dipanggil untuk memberi keterangan di sidang lanjutan ini.

Ratusan Bisnis Perjalanan Wisata Terganggu

Dampak dari kasus penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah resmi, sejumlah pelaku usaha travel menanggungkan risiko lebih besar dalam usahanya. Mereka kendati telah sering memberangkatkan jamaah umrah, tapi bisnis itu belum mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag).

Saat ini tercatat sebanyak 250 unit biro perjalanan wisata (BPW). Ratusan unit BPW itu menamakan diri sebagai pra-PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umrah).

Minggu (15/4), pelaku usaha itu berkumpul di Cengkareng, Tangerang, Banten untuk menggelar pertemuan. Dalam pertemuan itu mereka menyesalkan adanya keputusan moratorium izin travel umrah baru. Mereka meminta Kemenag meninjau ulang kebijakan moratorium tersebut. Mereka ini meskipun sudah rutin memberangkatkan jamaah umrah, tetapi belum mengantongi izin sebagai travel umrah resmi dari Kemenag. Mereka hanya mengantongi izin sebagai BPW dari Kementerian Pariwiasta (Kemenpar) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Pembina perkumpulan pra-PPIU Ezon mengatakan, saat ini ada seribu lebih travel yang sedang mengurus perizinan ke Kemenag. “Jumlah pastinya saya belum dapat laporan. Ribuan,” tuturnya.

Menurut Ezon, dengan adanya kebijakan moratorium izin baru PPIU, pelaku usaha travel ikut menerima dampaknya. Sebab, pelaku usaha travel itu ingin menjalankan usaha perjalanan umrah secara resmi dari Kemenag. Dia berharap Kemenag mengkaji ulang kebijakan moratorium itu. Kemenag bisa lebih bijak dalam menyikapi keberadaan travel-travel yang sedang mengurus izin.

Padahal pelaku usaha travel itu siap mematuhi seluruh persyaratan pendaftaran yang ditetapkan oleh Kemenag. “Kita ikuti peraturan saja,” katanya.

Sementara itu, Karo Humas, Data, dan Informasi (Karo Humas Datin) Kemenag Mastuki mengatakan, rencananya keputusan moratorium itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA). Supaya bersifat mengikat. “Sekarang belum terbit. Sudah diproses oleh Biro Hukum Kemenag,” jelasnya.

Terkait usulan tinjau ulang moratorium PPIU baru, kata dia, kebijakan itu diambil karena ada kebutuhan pembenahan secara menyeluruh dalam penyelenggaraan umrah. “Bukan untuk menghalangi masyarakat berusaha,” katanya. (kcm/gun/jpk/JPC)

You may also read!

Prediksi Tunisia vs Inggris

RUSIA – Inggris bakal lakoni laga pertama di Piala Dunia 2018 dengan tidak mudah. Bukan maksud menyepelekan komposisi pasukan

Read More...

Jadwal Piala Dunia 2018 Malam Ini

RUSIA – Perhelatan akbar Piala Dunia 2018 Rusia sudah memasuki hari ke-5. Sesuai jadwal Piala Dunia 2018, Senin (18/6/2018)

Read More...

13 Kutukan Juara Bertahan Piala Dunia

RUSIA – Selain Brasil di Piala Dunia 1958 dan 1962, belum ada lagi negara yang sukses mempertahankan gelar juara

Read More...

Mobile Sliding Menu