Vonis Pembunuhan PRT Ditunda

In Metropolis
Rubiakto/RadarDepok
SIDANG: Proses persidangan pemeriksaan terdakwa, yang dipimpin Hakim ketua Teguh Arifiano.

DEPOK – Suwandi, terdakwa pembunuhan Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Pesona Khayangan Depok, Samsiah batal divonis kemarin. Keladinya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, belum mengetik putusan milik Wandi.

Menurut JPU kasus pembunuhan di Pesona Khayangan, Putri Dwi Astrini sidang ditunda hingga satu minggu kedepan. Karena materi tuntutan yang telah diberi waktu seminggu untuk menyelesaikan oleh Hakim belum dikerjakan JPU.

“Belum selesai tuntutannya, belum diketik,” kata Putri Dwi Astrini kepada Radar Depok, saat ditemui di Pengadilan Negeri Kota Depok, kemarin.

Sementara, menurut Hakim Ketua dalam persidangan tersebut, Teguh Arifiano putusan akan ditunda minggu depan Selasa (20/3).

Sebelumnya, Dalam lanjutan sidang pemeriksaan terdakwa, Suwandi menceritakan awal pertemuan sebelum dirinya hingga tega membunuh Samsiah. Dimuka persidangan Suwandi mengatakan, awalnya memang pacaran, dengan korban.

Minggu (5/11) sekitar pukul 08.00 dirinya memang sudah janjian untuk mengunjungi rumah majikan Samsiah di Pesona Khayangan Depok. “Kita memang sempat janjian di pasar kaget Juanda Depok,” kata Wandi dimuka persidangan.

Setelah janjian di pasar kaget Juanda, Samsiah mengajak Wandi untuk mengunjungi rumah majikannya. “Saya sudah lima kali main di rumah majikan Samsiah di Pesona Khayangan ketika sepi,” ujar Wandi.

Saat di rumah majikannya, dirinya mengaku sempat melakukan hubungan suami istri selama dua kali. “Saya sempat melakukan hubungan badan dua kali,” papar Wandi saat menjalani sidang yang dipimpin Hakim Ketua Teguh Arifiano.

Seteleh selesai melakukan hubungan badan dia yang masih berada di rumah tersebut, ditagih hutang sebesar lima juta rupiah oleh korban. “Dia menagih hutang yang sempat saya pinjam untuk modal usaha tambal ban,” ujar Wandi.

Menurutnya korban menagih sambil berteriak, dengan alasan uang yang digunakan merupakan uang temannya. Karena teriak terdakwa langsung membekap mulut dan hidung korban. Namun, akibat semakin nekat dan tidak mau membekap mulut korban, korban mencoba menendang lemari plastik yang diatasnya ada sebuah gunting terjatuh ke lantai dan oleh terdakwa digunakan untuk menusuk perut sebelah kiri sebanyak dua kali.

Setelah korban sudah tak bernyawa, terdakwa mengaku mengambil handphone milik korban dan kemudian kabur melarikan diri. “Handphone saya ambil karena banyak foto kami berdua,” ujarnya.

Dia juga mengakui korban sedang mengandung enam bulan hasil perbuatan Wandi. “Itu kata korban anak saya,” kata Wandi.(cr2)

You may also read!

Awas Korupsi Nangka Berujung SP3

DEPOK – Berkas dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan tapos, milik Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto tak ada

Read More...

MR-ORI Depok di Bawah Target Kemenkes

DEPOK– Cakupan imunisasi measle-rubella (MR) dan outbreak response imunization (ORI) difteri 3 di Kota Depok, masih di bawah target

Read More...

Sehat Dimulai dari Cuci Tangan

DEPOK – Memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Selasa (16/10), Walikota Depok Mohammad Idris, Dinas Kesehatan (Dinkes)

Read More...

Mobile Sliding Menu