Syahrini Diancam Dipidana

In Utama

DEPOK – Setelah Vicky Shu memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Depok, giliran Syahrini yang dimintai keterangan dari kalangan artis di persidangan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh bos First Travel.

JPU dalam persidangan tindak pidana TPPU, Heri Jerman mengatakan, pihaknya telah memberikan surat panggilan pertama kepada Syahrini untuk datang ke persidangan Rabu (14/3). Namun nyatanya Syahrini tidak memenuhi panggilan.

“Surat pemanggilan sudah kami layangkan kepada Syahrini satu minggu yang lalu untuk hadir pada sidang Rabu kemarin,” kata Heri Jerman saat dihubungi Radar Depok.

Heri mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemanggilan terhadap penyanyi Syahrini, karena namanya kerap disebut oleh saksi di sidang First Travel, sehingga Syahrini perlu dimintai keterangan. Namun, lanjut Heri, jika Syahrini tidak juga hadir setelah pemanggilan ketiga, penyanyi tersebut bisa terkena pasal 224 KUHP. Pasal tersebut berkaitan dengan ketidaksediaan saksi untuk hadir di persidangan.

“Akan kami panggil lagi untuk Rabu yang akan datang. Apabila tiga kali tidak datang, berarti dia melanggar undang-undang, karena sebagai saksi itu bukan hak tapi kewajiban berdasarkan Pasal 224 KUHP dia bisa dipidana,” kata Heri menjelaskan.

Berdasarkan pasal tersebut, siapa pun yang dipanggil sebagai saksi, tetapi tidak juga hadir maka bisa dikenakan penjara pidana paling lama sembilan bulan. Melalui manajemennya, Heri menjelaskan, ketidakhadiran Syahrini disebabkan adanya jadwal lain dari penyanyi tersebut.

Selain Syahrini, artis lain sempat disebut mempromosikan First Travel, seperti Merry Putrian dan Ria Irawan. Pihaknya belum akan memanggil kedua artis tersebut. Syahrini dan Vicky Shu dipilih sebagai saksi karena paling banyak mengunggah foto mereka di media sosial terkait First Travel.

“Saksi ini sebatas dia diberikan ongkos gratis dengan perjanjian dia harus mengunggah selama kegiatan umrah. Terkait tambahan saksi, kita pertimbangkan kalau memang diperlukan,” kata Heri Jerman.

Sebelumnya, JPU terus mengorek keberadaan aset Bos First Travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman. Muncul dugaan bahwa masih ada aset yang berada di London, Inggris. Bahkan dalam persidangan beberapa waktu lalu JPU berencana menghadirkan saksi dari luar negeri.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal mengatakan bahwa pemanggilan saksi tersebut merupakan domain JPU. “Itu kan sudah domainnya jaksa,” ungkap Iqbal di Hotel Oria Menteng, Jakarta Pusat.

Meski demikian, Polri menyatakan siap membantu wacana tersebut jika memang JPU membutuhkan. Polri mengatakan bisa menggerakan interpolnya di Inggris guna melakukan penelusuran aset tersebut. “Koordinasi dengan jaksa, nanti jaksa yang akan meminta kepolisian untuk ngebantu, kami kan ada interpol di sana. Prinsipnya polisi membantu jaksa untuk kepentingan penuntutan,” tegas Iqbal.

Namun hingga saat ini polri mengatakan bahwa belum mengetahui secara pasti daftar aset yang diduga berada di London tersebut. “Belum tahu (asetnya apa saja),” pugkas Iqbal.

Sebelumnya, JPU membenarkan akan memanggil saksi dari luar negeri terkait kasus First Travel. Pemeriksaan saksi berkaitan dengan keberadaan aset-aset Bos First Travel, Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman.

“Ya benar, dari London. Rencananya begitu,” ujar JPU Sufari, beberapa waktu lalu.

Sufari menjelaskan, pemanggilan saksi dari negeri Ratu Elizabeth dilakukan untuk mengorek keberadaan aset Bos First Travel. Informasi yang dihimpun dari mantan Agen First Travel, Anniesa dan Andika memiliki rumah serta sebuah restoran di London. Ketika dikonfirmasi soal ini, Sufari hanya menjawab singkat, “Bisa jadi, yang jelas aset. Selebihnya kita liat di persidangan,” pungkasnya. (cr2/JPC)

You may also read!

Hari Kartini di TKIT An-Nahl, Kota Depok

DEPOK – Peringatan Hari Kartini yang dirayakan pada 21 April tiap tahunnya, TKIT An-Nahl mengadakan kegiatan yang ditampilkan siswa

Read More...

Karakter Jadi Tanggungjawab Bersama di Kota Depok

DEPOK – Maraknya tindakan negatif yang dilakukan kalangan muda dewasa ini, turut membuat kekhawatiran berbagai pihak, utamanya bagi keluarga

Read More...

Tim Nasyid SMK PGRI 2 Depok Sabet Juara

DEPOK – Tim Nasyid SMK PGRI 2 Kota Depok menambah harum nama sekolah, dengan membawa piala sebagai juara 2

Read More...

Mobile Sliding Menu