Saksi Sudutkan Syahrini di PN Depok

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIDANG SAKSI FIRST TRAVEL : Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan saat menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok, Senin (19/3). Sidang tersebut untuk mendengarkan keterangan dua belas orang saksi yang dihadirkan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu dari para karyawan dan biro perjalanan umrah First Travel.

DEPOK – Dalam sidang ke-7 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) agen perjalanan umrah, First Travel nama penyanyi asal Bogor, Syahrini kembali disebut. Bahkan Syahrini disebut berangkat umrah secara gratis dalam sidang pemaparan saksi di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/3).

Dalam persidangan tersebut ada 12 saksi yang dihadirkan. Yakni, Dennys Juliens, Atika Adinda Putri, Rakhmawati Putriana, Nur Halimah, Tita Sri Rubianti, Edi Iskandar, Chindy Andini, Agus Santosa, Galih Firmansyah, Isni Yulianti, Novi Fatheka Trisnawati, dan Ayu Indriyani.

Salah satu mantan staf keuangan First Travel, Atika Adinda Putri menyebutkan ada biaya keberangkatan Syahrini bersama jamaah umrah lain pada Maret 2017.

“Ada pembayaran untuk Syahrini melalui keuangan. Tapi detilnya saya tidak tahu,” kata Atika saat memberi kesaksian.

Namun menurutnya, pembayaran Syahrini hanya untuk biaya umrah. Sementara itu, pembayaran dilakukan berbarengan dengan jamaah yang berangkat pada periode itu.

“Pembayarannya global disatukan dengan jamaah. Jadi tidak tahu pastinya,” ujar Atika.

Selain itu, Atika Adinda Putri juga menyebutkan pernah membayarkan tagihan di luar keperluan operasional kantor. Ia pernah diminta membayarkan biaya hotel di Inggris untuk keperluan pasangan suami istri pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

“Yang saya ingat hotel di Inggris untuk Andika dan keluarga,” ujar Atika.

Selain itu, ada pula pengeluaran untuk World Fashion Week. Karena diketahui Anniesa juga pernah mengikuti kontes fashion bertaraf internasional sebagai perwakilan dari Indonesia. “Kalau pengeluaran untuk World Fashion Week nominalnya sekitar 1.000 dollar Amerika,” kata Atika.

Divisi Keuangan First Travel juga sempat menerima tagihan dari butik milik Anniesa yang terletak di Kemang, Jakarta Selatan. Staf Divisi Keuangan juga terbiasa berkomunikasi langsung dengan orang butik untuk membayar tagihan itu.

Sebagai staf keuangan, pekerjaan Atika di First Travel untuk membayar keperluan kantor di atas Rp20 juta. Salah satunya membayar tagihan vendor tiket pesawat, katering, hotel, dan keperluan jamaah selama ibadah umrah.

Dia juga menyebutkan tugasnya adalah merangkum invoice yang ditagihkan ke kantor. Dari beberapa tagihan tersebut, memang ada sebagian yang belum dibayarkan. Sebab, kata dia, pembayaran invoice harus atas persetujuan Kepala Divisi Keuangan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

Atika tak ingat persis berapa total tagihan yang belum dibayarkan. Namun, ia ingat ada tagihan tiket pesawat yang cukup besar. Advertisment. “Untuk tiket Rp82 miliar dari vendor Kanomas,” kata Atika.

Ada pula tagihan untuk katering yang belum dibayarkan sekitar 800.000 riyal. Sementara untuk hotel di Arab Saudi yang belum dibayar Rp5 juta riyal. “Uang perlengkapan Rp200 juta juga belum dibayar,” tandas Atika.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap artis Syahrini untuk dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan penipuan dan penggelapan perusahaan perjalanan umrah First Travel. Syahrini diketahui sudah satu kali tak hadir memenuhi panggilan jaksa.

Jaksa L Tambunan mengatakan, Syahrini rencananya akan dihadirkan dalam sidang lanjutan pada Rabu (21/3). “Hari Rabu saya schedule untuk menghadirkan saksi Syahrini,” ujar L Tambunan di Pengadilan Negeri Depok, Senin (19/3).

Namun, jaksa belum mendapatkan konfirmasi apakah Syahrini akan hadir atau kembali absen. Jika tak hadir lagi, maka Syahrini akan dipanggil kembali. “Kami akan melangsungkan panggilan berikutnya,” tegas L Tambunan.

Selain Syahrini, JPU juga akan menghadirkan 11 saksi lainnya. Mereka terdiri dari calon jamaah dan mantan pegawai. JPU mendakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki melakukan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 calon jamaah yang hendak menggunakan jasa biro perjalanan mereka.

Ketiga orang itu dianggap menggunakan dana calon jamaah sebesar Rp905 miliar. First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jamaah akan diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi. Pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu, para korban tak kunjung diberangkatkan. (cr2/kcm)

You may also read!

Maritza Juara 1 Lomba Baca Puisi di Depok

DEPOK – Proses tidak akan menghianati hasil. Kata-kata tersebut cocok untuk salah satu siswa SD Islam Terpadu (SDIT) Miftahul

Read More...

Pencak Silat SMKN 2 Depok Sabet Emas

DEPOK – Satu lagi torehan prestasi yang berhasil diukir siswa SMKN 2 Depok. Sebanyak 12 siswa yang diberangkatkan untuk

Read More...

Kemendikbud Ulas Buku di SDIT Al Haraki di Depok

DEPOK – Kemarin (18/4), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan UNICEF mendatangai SDIT Al Haraki. Kedatangan mereka bertujuan untuk

Read More...

Mobile Sliding Menu