Refresh Otak Buat Kerajinan Tangan

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
MENYENANGKAN: Puluhan siswa kelas IV-3 SDSN Perjuangan Terpadu memperlihatkan hasil kerajinan tangan membuat bunga dari kertas krep, kemarin (15/3).

Setelah sepekan berkutat dengan buku, bertarung dan berjuang untuk meraih nilai terbaik dalam Ujian Tengah Semester (UTS), siswa kelas IV-3 Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) Perjuangan Terpadu membuat kerajinan tangan berupa bunga dari kertas krep, kemarin.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Raut wajah siswa  SDSN Perjuangan Terpadu terlihat penuh keceriaan. Wajar saja, pekan kemarin para siswa baru saja menyelesaikan UTS dan belajar matematika di dalam kelas.

“Kasihan dari minggu lalu mereka sudah disibukkan dengan belajar ekstra, lomba-lomba dan ujian. Jadi untuk mendinginkan otak mereka, kita bikin bunga untuk dipajang di kelas,” kata wali kelas IV-3, Megatari Gumilar saat ditemui di sekolah yang beralamat di Jalan Harapan, Kelurahan Rangakapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.

Kegiatan tersebut bertujuan merefresh kerja otak siswa. Selain itu, kegiatan juga merupakan terusan dari sebelumnya yang sudah dikerjakan siswa saat Peringatan Hari Sampah Nasional (HPSN), yaitu membuat vas bunga dari barang bekas.

“Waktu itu sudah buat vasnya dari hasil daur ulang botol-botol dan kaleng bekas. Tapi belum sempat buat bunga, jadi baru sempat buat sekarang,” lanjutnya.

Dengan diadakannya kegiatan membuat kerajinan tangan, diyakini Mega mampu membangkitkan semangat dan motivasi belajar siswanya kembali.

“Kerajinan tangan dapat membangkitkan syaraf motorik mereka kembali. Hasil kerajinan ini kita akan pajang supaya membawa hawa sejuk dengan warna-warni bunga di kelas,” ucap Mega.

Puluhan siswa kelas IV-3 tersebut terlihat sangat antusias saat mulai memotong-motong kertas krep yang ada di meja masing-masing. Seketika suasana di kelas menjadi riuh.

Salah satu siswa, Naurah Sausan Salsabil mengaku sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan dirinya dan teman-teman.

“Seru, nanti bunganya aku mau taruh di vas bunga yang sudah dibikin kemarin dengan nama aku,” ujar Naurah. (*)

You may also read!

Maritza Juara 1 Lomba Baca Puisi di Depok

DEPOK – Proses tidak akan menghianati hasil. Kata-kata tersebut cocok untuk salah satu siswa SD Islam Terpadu (SDIT) Miftahul

Read More...

Pencak Silat SMKN 2 Depok Sabet Emas

DEPOK – Satu lagi torehan prestasi yang berhasil diukir siswa SMKN 2 Depok. Sebanyak 12 siswa yang diberangkatkan untuk

Read More...

Kemendikbud Ulas Buku di SDIT Al Haraki di Depok

DEPOK – Kemarin (18/4), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan UNICEF mendatangai SDIT Al Haraki. Kedatangan mereka bertujuan untuk

Read More...

Mobile Sliding Menu