Pelaku Skimming Buang Kartu ATM ke Ciliwung

In Utama

JAKARTA – Seorang pelaku skimming ATM asal Bulgaria berinisial BKV (46) berhasil dibekuk. Kini pelaku terus menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, pelaku bukanlah ditangkap anak buahnya, melainkan diamankan sekuriti bank.

“Pelaku ditangkap saat beraksi di ATM Bank Mandiri, Juanda, Jakarta Pusat,” ujar Nico, Senin (19/3).

Menurut Nico, sekuriti bank awalnya mencurigai aktivitas BKV karena dia menggunakan kartu yang berbeda dengan kartu Bank Mandiri. Saat sekuriti menghampirinya, BKV melarikan diri. “Pelaku bahkan sempat berusaha membuang kartu ATM palsu itu ke Kali Ciliwung,” imbuh dia.

Oleh sekuriti pelaku terus dikejar hingga akhirnya ditangkap. Kemudian diserahkan ke Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dari penyelidikan diketahui bahwa BKV merupakan anggota salah satu komplotan skimming yang telah beroperasi di Indonesia sejak akhir 2017.

Menurut dia, komplotan ini ada yang berperan sebagai penyedia perangkat lunak dan perangkat keras skimming. Kemudian bertugas memasang alat skimmer di berbagai mesin ATM dan mencuri data nasabah. Lalu ada yang bertugas untuk mengambil uang nasabah yang datanya sudah dicuri. BKV termasuk dalam kelompok ini. Sebagai upah, dia mendapat imbalan 20 persen dari nilai uang yang diambil.

Nico menyebut BKV datang ke Indonesia sejak September 2017. Sebelum ke Indonesia, BKV dibekali dengan data-data nasabah yang telah dicuri sebelumnya oleh kelompok kedua.

“Data-data nasabah yang didapat BKV dipindahkan ke kartu ATM palsu. Setelah data nasabah dipindahkan, BKV menggunakan kartu tersebut untuk menarik uang di beberapa ATM Mandiri di Jakarta Pusat,” jelas Nico.

Atas ulahnya, BKV dijerat dengan Pasal 263 KUHP, Pasal 363 KUHP, dan atau pasal 46 jo. pasal 30 dan pasal 47 Jo pasal 31 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 tahun 2008 tentang ITE. BKV juga akan dijerat dengan Pasal 3,4, dan 5 Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Awasi ATM di Lokasi Publik

Mabes Polri meminta ke kalangan perbankan agar lebih ketat mengawasi anjungan tunai mandiri (ATM) di lokasi-lokasi publik. Hal itu demi mengantisipasi praktik skimming yang kini meresahkan masyarakat. Karopenmas Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, pihak perbankan harus mengamankan mesin ATM di lokasi-lokasi publik. “Perbankan yang meletakkan ATM, melakukan patroli dong,” ujarnya, Senin (19/3).

Selama ini, perbankan sering menempatkan ATM di lokasi-lokasi publik, termasuk gerai waralaba. Iqbal pun mengimbau waralaba yang ketempatan ATM juga harus lebih waspada ketika ada orang yang mencurigakan. “Waralaba jangan hanya berorientasi kepada penjualan atau marketnya saja, tapi lihat dong kalau ada orang yang lama di situ apalagi mencurigai. Tegur, kan ada satpamnya,” cetusnya.

Iqbal menambahkan, polisi memang rutin melakukan patroli. Hanya saja, katanya, polisi tentu tak paham teknis soal ATM. “Kami tidak tahu teknis dari ATM itu,” tambahnya.

Untuk itu Iqbal menyarankan kepada perbankkan ataupun pihak yang ketempatan ATM agar melakukan pengawasan secara ketat. Sebab, para penjahat skimming mengincar mesim ATM yang minim penjagaan. “Pelaku-pelaku pakai modus skimming itu dia mencari letak ATM yang jarang dikontrol oleh publik area itu,” sebut Iqbal.

Selain itu Iqbal juga meminta pihak bank agar terus meningkatkan sistem keamanan ATM. Apalagi kejahatan skimming sudah makin canggih dengan adanya teknologi.  “Perbankan kami dorong untuk meningkatkan sekuriti ATM,” pungkas lulusan Akpol 1991 itu.

Skimming merupakan tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Modus yang digunakan antara lain menggunakan WiFi pocket router disertai kamera yang dimodifikasi menyerupai penutup PIN pada mesin- mesin ATM untuk mencuri PIN nasabah. Melalui alat tersebut, para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke kartu ATM kosong. (mg1/jpnn/dna/JPC)

You may also read!

Maritza Juara 1 Lomba Baca Puisi di Depok

DEPOK – Proses tidak akan menghianati hasil. Kata-kata tersebut cocok untuk salah satu siswa SD Islam Terpadu (SDIT) Miftahul

Read More...

Pencak Silat SMKN 2 Depok Sabet Emas

DEPOK – Satu lagi torehan prestasi yang berhasil diukir siswa SMKN 2 Depok. Sebanyak 12 siswa yang diberangkatkan untuk

Read More...

Kemendikbud Ulas Buku di SDIT Al Haraki di Depok

DEPOK – Kemarin (18/4), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan UNICEF mendatangai SDIT Al Haraki. Kedatangan mereka bertujuan untuk

Read More...

Mobile Sliding Menu