Pasir Putih Dibangun Perumahan, Krukut Dibuat Ulang

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KONDISI TERKINI: Warga sedang beraktifitas diatas lahan bekas Situ Pasir Putih di kawasan RT01/RW03, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, kemarin (11/3).

Semakin banyaknya gedung yang ada di Kota Depok, tidak diimbangi dengan pemanfaatan sumber daya air salah satunya daerah serapan air seperti situ. Diprediksi, Depok bakal kehilangan satu lahan resapan air di RT1/3, Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, yakni Situ Pasir Putih.

Laporan : Rukbianto

Hamparan Situ Pasir Putih sudah tidak ada wajud airnya sedikitpun siang kemarin. Yang ada hanya tanah dan sejumlah bangunan yang sedang digarap perumahan. Dahulu, sekitar 1970, Situ Pasir Putih jadi andalan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Seiring jalannya waktu, situ yang memiliki luas sekitar 8 hektar lebih mulai hilang keberadaannya. Keladinya, ada sejumlah oknum yang memanfaatkan lahan situ yang menghiring untuk ladang bisnis.

Menurut Asmawi warga  RT1/3, Kelurahan Pasir Putih, Sawangan. Situ Pasir Putih dahulu menjadi primadona warga sekitar. Banyak warga memanfaatkan untuk keseharian, malah ada yang membuat tambak ikan. Entah kenapa, diperjalananya situ seluas kurang lebih dari 8 hektar ini menghilang saat mengering. “Lama kelamaan air kering, parahnya malah sekarang mulai dibangun perumahan,” kata Mawi.

Menurut Mawi, mumpung belum semuanya menjadi perumahan saat ini. Pihaknya dan warga sangat berharap keberadaan lahan situ yang dulu sempat ada, dikembalikan sebagai lahan resapan air. Walaupun tidak seluas seperti semula asalkan ada lahan resapan air. “Jangan malah dibiarkan hilang begitu saja,” bebernya.

Tak jauh kondisinya dengan Situ Pasir Putih, Situ Krukut pun serupa. Malah di lahan Situ Krukut sudah padat dengan bangunan. Dahulu bentuk Situ Krukut memanjang dengan sejumlah pohon nan rindang. Umumnya warga menghabiskan waktu berenang dan mencari ikan di sana.

Dani warga asli Krukut, tahu betul setiap tahun ada kebiasaan menggelar Bedah Situ. Pesta rakyat itu dilakukan saat permukaan air Krukut surut dan ikan-ikannya bermunculan. “Kami bersama kawan-kawan naik getek dan berkeliling situ,” terang bapak berkumis tersebut.

Menurutnya, pemandangan asri Situ Krukut hanya terjadi pada sekitar 1970-an. Pada 1980-an, warga mulai membudidayakan ikan dengan menggunakan bambu. Bekas tempat budidaya atau semacam keramba diisi tumpukan sampah dan tanah. Mulailah, Krukut mengalami reklamasi. Situ sengaja didangkalkan untuk kepentingan pendirian bangunan masyarakat. “Kini malah sudah hilang semua kebiasaan yang dahulu. Malah eks situ akan terkena tol. Tapi kabarnya, Situ Krukut akan dibuat lagi oleh pengembang tol,” tuturnya.

Adanya kajian tersebut, Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH), Heri Blangkon mengatakan, situ sebagai bagian wilayah konservasi resapan air, yang merupakan organ ruang kota. Seharusnya di pahami betul sebagai elemen penting ekologi perkotaan.

Pengalihan fungsi akibat legitimasi dengan penerbitan SHM oleh BPN, sebagai alasan kuat masarakat atas hak penuh yang melekat. Sehingga menyulitkan institusi lain untuk melakukan penertiban
Mungkin BPN menggunakan dasar filosofi pemenuhan hak milik atas bidang tanah, tanpa melihat aspek fungsi ekologis. “Kita harus duduk bareng dalam merumuskan penataan ruang antara Daerah dan BPN dalam menjaga eksistensi Situ dan Ruang Terbuka Hijau sebagai warisan masa Depan,” kata Heri Blangkon.(cr2)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu