Mei Desari Diuji Coba

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DALAM TAHAP PENYELESAIAN: Pekerja sedang beraktifitas di proyek pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari) yang masih dalam proses penyelesaian, kemarin.

DEPOK – Progres pembangunan tol Depok–Antasari (Desari) mencapai 90 persen Saat ini. Proyek tersebut ditargetkan rampung bulan depan di tahap pertama, kemarin.

Deputi Project Manager PT Citra Waspphutowa Indra Purnadi menyatakan, proyek itu dikerjakan sesuai master schedule dan skema kerja.

Pembangunan tol Desari paket 1 sepanjang 5,8 km menghubungkan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan hingga Brigif Kecamatan Cinere, Depok. Pengerjaan itu dimulai sejak 2014. Namun, pembangunan beberapa kali terkendala oleh pembebasan lahan. Bahkan, masih ada sebagian lahan yang belum dibebaskan.

“Lahan yang belum bebas di Antasari. Tapi, pengerjaan tetap lanjut. Ini beban pemerintah untuk pembebasan lahan. Namun, pembangunan tetap kami targetkan selesai April,” tegas Indra, kemarin.

Setelah proyek itu rampung, lanjut dia, uji coba direncanakan awal Mei. Pihaknya sudah melakukan uji beban terhadap jalan tersebut. Sementara itu, uji coba ketahanan bangunan tersebut menggunakan truk. “Kendala saat ini kecil saja. Hanya tinggal pembebasan lahan dan cuaca. Secara konstruksi, tidak ada masalah,” jelas Indra.

Penegasan Indra soal pengerjaan konstruksi sangat penting. Sebab, girder tol Desari roboh awal tahun lalu. Pihaknya belajar dari insiden tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk lebih meningkatkan keselamatan kerja. Dia merasa senang karena insiden jatuhnya girder beberapa waktu lalu tidak memengaruhi jalannya pembangunan. Sebab, lokasinya bukan berada di titik lintasan kritis. “Sejak awal, kami punya SOP ya. Namanya dalam perjalanan waktu, mungkin ada yang lalai. Sekarang kami meningkatkan lagi aplikasi dari SOP tersebut,” ungkapnya.

Terlebih, pemerintah pusat mewanti-wanti agar proyek itu dikerjakan dengan lebih berhati-hati. Khususnya proyek elevated (layang). Pihaknya sudah mempresentasikan hal itu kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). “Kami dinyatakan lolos dari prosedur,” ucap Indra.

Pengamat transportasi, Aditya Dwi Laksana menuturkan, Tol Desari akan membantu mengurai kemacetan. Sebab, ada opsi baru bagi masyarakat dari Jakarta menuju Depok, sehingga kendaraan tidak berjejal di Jalan Margonda ke arah Lenteng Agung. Menurut dia, tol Desari bisa memecah sisi barat Depok. Sementara itu, Tol Jagorawi memecah dari sisi timur.

“Ada pilihan jalan selain dari Depok ke Pasar Minggu. Masyarakat bisa menggunakan jalan Tol Cimanggis–Jagorawi dan jalan Tol Depok–Antasari. Masyarakat akan ada tiga pilihan. Setidaknya bisa berbagi 30 persen pergerakan penduduk. Dari Depok, masyarakat bisa melalui tol Desari,” jelasnya.

Mengenai robohnya girder beberapa waktu lalu, Aditya menuturkan, bahwa kecelakaan umumnya terjadi pada konstruksi layang. Menurut dia, ada target dari proyek konstruksi yang harus diselesaikan. Apalagi penyelesaian tol Desari terbilang lama. Namun, keselamatan kerja harus tetap diutamakan. “Keselamatan konstruksi memang harus diutamakan. Poinnya seperti itu,” jelasnya.

Aditya menilai pembangunan tol yang paling berat bukan konstruksi, melainkan pengadaan lahan. Karena itu, Pemkot Depok dan Pemprov DKI harus bisa memfasilitasi pengadaan lahan. “Kalau untuk kepentingan umum, masyarakat mesti oke. Tapi, jangan sampai masyarakat dirugikan. Kalau hanya membangun secara konstruksi sih, sebenarnya tidak berlama-lama,” tuturnya.(hmi/jpc)

You may also read!

150 Pelajar Diare Massal, Dinkes Depok: Tunggu Hasil Lab 14 Hari

DEPOK – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Pondok Duta, tengah dirundung musibah. Sejak Rabu (10/10) hingga kemarin, sekolah di

Read More...

Depok Masuk 10 Besar Smart Sanitation

DEPOK – Warga Depok mesti tahu ini. Ternyata kemarin, Kota Depok masuk 10 nominasi Smart Sanitation Award 2018 (SSA)

Read More...

Kajian Ganjil-Genap Depok Lelet

DEPOK – Gaung penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Margonda Raya, saat weekend sabtu dan minggu sepertinya hanya angan-angan saja.

Read More...

Mobile Sliding Menu