Lima Saksi Penusukan Guru Ngaji Diperiksa

In Utama

DEPOK – Insiden penusukan guru ngaji di Mesjid Darul Muttaqin kawasan perumahan BSI Pengasinan, Sawangan, masih terus didalami kepolisian.

Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiharto menyebutkan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan memeriksa sejumlah saksi. Salah satunya Ketua DKM Darul Muttaqin Ustad Gufron, serta saksi lain yang ada di lokasi.

“Sudah lima saksi yang dimintai keterangannya terkait kasus penganiayaan ini, termasuk juga korban (Abdul Rachman, Red),” kata Didik kepada Radar Depok.

Sedangkan pelaku, Silvia Mardiana (39) masih menjalani observasi pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta. Bila sudah selesai observasi, tidak menutup kemungkinan pelaku juga akan dimintai keterangan.

“Apabila kondisi memungkinkan maka penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Tentunya fakta yang kami temukan akan digunakan sebagai bahan untuk ditanyakan terhadap tersangka,” tutur Didik.

Dari informasi yang didapat, pelaku sudah tinggal di komplek tersebut sejak tahun 2011. Dia sering menjadi jemaah di masjid tersebut dan warga sekitar juga mengenal pelaku.

“Saat ini penyidik masih mendalami apa latar belakang pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban,” kata Didik.

Bahkan, pihak kepolisian mendapatkan informasi sebelum kejadian tepatnya seminggu sebelum kejadian. Pelaku, kata Didik, melaksanakan salat Asar, pelaku sempat melakukan pemukulan terhadap korban.

“Saat itu korban memberi peringatan pada pelaku agar berperilaku baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Abdul Rachman seorang guru ngaji menjadi korban penusukan, Minggu (11/3). Kuat dugaan, pelaku penusukan mengidap gangguan jiwa. Dari hasil pemeriksaan polisi, aksi penusukan perempuan tersebut dilatar belakangi dendam. Pelaku tidak terima sempat ditegur korban karena pelaku sering berbuat hal kurang baik di lingkungan tersebut.

Kejadian penusukan berawal ketika korban beserta pelaku yang sama-sama menjadi makmum salat Subuh di mesjid tersebut. Tanpa basa-basi pelaku menikam leher bagian kanan korban menggunakan pisau.

“Untung waktu itu anak saya sempat teriak dari belakang. Pas saya nengok, pisau sudah nancap. Kalau tidak nengok mungkin kepala saya yang ketusuk,” kata Abdul.

Akibat ditusuk, Abdul sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Depok. Setelah itu, korban langsung pulang ke rumah.(irw)

 

 

You may also read!

21 Ban Bus Deborah Digarong

DEPOK – Po Deborah kehilangan 21 ban bus baru di Jalan KSU, Sabtu (18/8) sekira pukul 04:07 WIB. Namun

Read More...

Miras Rp252 Juta Diratakan di Balaikota Depok

DEPOK – Pemabuk Kota Depok harus puasa alkohol sejak Mei-Agustus. Keladinya kemarin, sebanyak 10.108 botol miras dan 40 kantong

Read More...

Pemkot Depok Serahkan Rp400 Juta Untuk Lombok

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, menyalurkan bantuan kepada korban bencana gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat

Read More...

Mobile Sliding Menu